PERBAIKI JEMBATAN: Warga swadaya memperbaiki Jembatan Cimadur di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, yang rusak akibat longsor, Minggu (25/9).(Dok Warga untuk Radar Banten)
LEBAK - Warga Desa Bayah Timur dan Cimancak, Kecamatan Bayah, secara swadaya memperbaiki oprit Jembatan Cimadur yang rusak akibat diterjang longsor. Perbaikan oprit jembatan dilakukan agar aktivitas masyarakat dua desa tidak terganggu.
Kepala desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik mengatakan, oprit Jembatan Cimadur rusak diterjang longsor pada Jumat (23/9) lalu. Kondisi tersebut membuat Jembatan Cimadur tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat dua desa menjadi terganggu.
“Sejak kemarin kita sudah gotong royong, dan sekarang lagi tahap pengecoran oprit jembatan yang terkena longsor,” kata Rafik kepada Radar Banten, Minggu (25/9).
Mantan jurnalis di Kota Serang ini menjelaskan, Jembatan Cimadur tidak hanya menjadi penghubung warga dua desa di Bayah. Tapi juga akses transportasi masyarakat menuju wilayah Kecamatan Panggarangan. Termasuk, akses petani mengangkut hasil pertanian.
“Perbaikan oprit jembatan perlu penanganan cepat, karena jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Jika kita mengandalkan dari pemerintah prosesnya lama. Maka kami masyarakat dua desa berkolaborasi secara swadaya memperbaiki sementara jembatan ini agar bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” ujarnya.
Saat ini, Jembatan Cimadur hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Untuk perbaikan oprit jembatan, pihaknya menargetkan akan selesai dalam waktu 3 hari ke depan.
“Sekarang sedang pengecoran, Insyaallah secepatnya bisa dilalui mobil lagi. Tapi mobil pribadi saja, edangkan mobil-mobil besar tidak bisa. Karena sifatnya ini hanya perbaikan sementara,” ungkapnya.
Bukan hanya jembatan, longsor yang terjadi pada Jumat lalu juga telah menyebabkan 10 rumah di Desa Bayah Timur rusak. Bahkan, satu hektare lebih lahan sawah warga terancam gagal panen karena terendam banjir. “Kita sudah laporkan kejadian ini kepada Ibu Bupati,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Feby Rizki Pratama menjelaskan, bencana alam pada Jumat lalu bukan hanya terjadi di Desa Bayah Timur. Ada beberapa kecamatan yang terdampak banjir, longsor, dan angin kencang.
Di Kecamatan Bayah, longsor merusak 11 rumah di Desa Cimancak, 2 rumah di Desa Pasirgombong, 1 rumah di Desa Pamubulan, dan 1 rumah di Kecamatan Cigemblong.
Banjir merendam 17 rumah di Kecamatan Bayah, 192 rumah di Kecamatan Panggarangan, dan angin puting beliung merusak 4 rumah di Kecamatan Curugbitung, serta 1 rumah di Kecamatan Malimping.
“Bencana itu disebabkan hujan deras yang menguyur wilayah Lebak pada Jumat lalu selama 3 jam, sekarang tim relawan sudah kita kerahkan ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan,” kata Feby.
Dia mengungkap, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi di Lebak. Feby mengimbau kepada warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG akan terjadi hingga 28 September 2022.
“Kami minta warga untuk selalu waspada namun tidak panik, selalu ikuti arahan dari petugas dan melakukan evakuasi dini jika terjadi bencana,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
