DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Oprit Jembatan Cimadur Diperbaiki

post-img

PERBAIKI JEMBATAN: Warga swadaya memperbaiki Jembatan Cimadur di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, yang rusak akibat longsor, Minggu (25/9).(Dok Warga untuk Radar Banten)

LEBAK - Warga Desa Bayah Timur dan Cimancak, Kecamatan Bayah, secara swadaya memperbaiki oprit Jem­batan Cimadur yang rusak akibat diterjang longsor. Perbaikan oprit jembatan dilakukan agar aktivitas masyarakat dua desa tidak terganggu.

Kepala desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik mengatakan, oprit Jemb­atan Cimadur rusak diterjang longsor pada Jumat (23/9) lalu. Kondisi tersebut membuat Jembatan Cimadur tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat dua desa menjadi terganggu.

“Sejak kemarin kita sudah gotong royong, dan sekarang lagi tahap penge­coran oprit jembatan yang terkena long­sor,” kata Rafik kepada Radar Banten, Minggu (25/9).

Mantan jurnalis di Kota Serang ini men­jelaskan, Jembatan Cimadur tidak hanya menjadi penghubung warga dua desa di Bayah. Tapi juga akses trans­portasi masyarakat menuju wi­layah Kecamatan Panggarangan. Ter­masuk, akses petani mengangkut hasil pertanian.

“Perbaikan oprit jembatan perlu pe­nanganan cepat, karena jembatan ini merupakan akses penting bagi masya­rakat. Jika kita mengandalkan dari pemerintah prosesnya lama. Maka kami masyarakat dua desa berkolaborasi secara swadaya memperbaiki semen­tara jembatan ini agar bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” ujarnya.

Saat ini, Jembatan Cimadur hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan ro­da dua. Untuk perbaikan oprit jem­batan, pihaknya menargetkan akan selesai dalam waktu 3 hari ke depan.

“Sekarang sedang pengecoran, Insyaallah secepatnya bisa dilalui mobil lagi. Tapi mobil pribadi saja, edang­kan mobil-mobil besar tidak bisa. Karena sifatnya ini hanya perbaik­an sementara,” ungkapnya.

Bukan hanya jembatan, longsor yang ter­jadi pada Jumat lalu juga telah me­nyebabkan 10 rumah di Desa Bayah Ti­mur rusak. Bahkan, satu hektare lebih lahan sawah warga terancam gagal panen karena terendam banjir. “Kita sudah laporkan kejadian ini ke­pada Ibu Bupati,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Feby Rizki Pra­tama menjelaskan, bencana alam pada Jumat lalu bukan hanya terjadi di Desa Bayah Timur. Ada beberapa ke­camatan yang terdampak banjir, long­sor, dan angin kencang.

Di Kecamatan Bayah, longsor merusak 11 rumah di Desa Cimancak, 2 rumah di Desa Pasirgombong, 1 rumah di Desa Pamubulan, dan 1 rumah di Ke­­camatan Cigemblong. 

Banjir merendam 17 rumah di Ke­ca­mat­an Bayah, 192 rumah di Ke­ca­matan Panggarangan, dan angin puting beliung merusak 4 rumah di Kecamatan Curugbitung, serta 1 rumah di Ke­ca­mat­an Malimping.

“Bencana itu disebabkan hujan deras yang menguyur wilayah Lebak pada Jumat lalu selama 3 jam, sekarang tim relawan sudah kita kerahkan ke lo­­kasi bencana untuk memberikan ban­tuan,” kata Feby.

Dia mengungkap, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi di Lebak. Feby mengimbau kepada warga untuk mewaspadai cuaca eks­trem yang diprediksi BMKG akan ter­jadi hingga 28 September 2022.

“Kami minta warga untuk selalu waspada namun tidak panik, selalu ikuti arahan dari petugas dan melaku­kan evakuasi dini jika terjadi bencana,” pung­kasnya.(mg-02/tur)