DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Populasi Badak Cula Satu Bertambah

post-img

TEREKAM KAMERA TRAP : Anak Badak Culan Satu yang diberi nama Merdekasari terekam kamera trap di kawasan TNUK, beberapa waktu lalu. (Dok TNUK)

PANDEGLANG - Populasi atau kebe­ra­daan Badak Cula Satu yang hampir pu­nah di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bertambah. Awalnya, jumlah ba­dak Jawa di lokasi tersebut hanya 76 ekor, sekarang jumlahnya menjadi 77 ekor.

Adanya penambahan satwa dilindungi itu terekam kamera trap yang dipasang di kawasan TNUK pada Selasa (20/9) la­lu sekira pukul 17.53 WIB.

Humas Balai TNUK Nadri Firmansyah mem­benarkan, adanya penambahan po­pulasi Badak Jawa tersebut. Saat ini, pi­haknya terus melakukan pemantauan ter­hadap bayi Badak Cula Satu yang lahir pa­da Februari 2022 lalu itu. 

“Ya ada penambahan. Informasi yang ka­mi dapat di bulan Februari lalu ada sa­tu ekor anak badak yang terekam kamera,’ katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Secara keseluruhan jumlah Badak Cula Satu tinggal 77 ekor di seluruh dunia dan ha­nya ada di TNUK. Karena, keberadaan Badak Jawa yang sebelumnya ada di India su­dah dinyatakan tidak ada dan hanya ada di Indonesia, yakni di TNUK. “Tahun 2021 ada 76 ekor, sekarang nambah satu jadi 77 ekor,” terangnya.

Andri menerangkan, 77 ekor Badak ter­sebut berasal dari dua garis keturunan saja, dengan rincian 38 betina dan 39 jan­tan. Untuk menjaga populasi hewan ter­sebut, pihaknya terus melakukan ber­bagai upaya termasuk membangun tempat perlindungan Badak. “Kita akan terus ja­ga dan upayakan agar Badak ini tidak punah,” harapnya.

Anak Badak Cula Satu itu diberi nama Mer­dekasari oleh Wakil Menteri Ling­kungan Hidup dan Kehutanan Wamen Alue Dohong pada 17 Agustus lalu. Anak Badak itu berasal dari induk bernama Siti dengan Id 027.2011. “Setiap badak yang ada di TNUK sudah terdata dan me­miliki nama. Kita akan jaga dan pantau perkembangannya,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Pandeglang Tb Udi Juhdi berharap agar keberadaan Badak tersebut bisa terus dilindungi supaya tidak punah. “Kelestarian badak itu harus kita jaga bersama, karena hanya tinggal ada di Indonesia, yaitu di Ujung Kulon Pandeglang,” pungkasnya.(dib/tur)