DECEMBER 9, 2022
Utama

Kendalikan Harga Sembako

post-img

SEMBAKO: Pedagang sembako merapikan beras di ruko, Lopang, Kota Serang, beberapa waktu lalu.  (dok radar banten)


Dewan Minta Pemprov Lakukan Operasi Pasar

SERANG - Harga sejumlah barang kebutuhan pokok meroket menjelang Hari Raya Idul Adha. Kenaikan harga tersebut mendapat perhatian khusus dari Komisi II DPRD Banten.

Ketua Komisi II DPRD Banten Iip Makmur mengungkapkan, kenaikan harga bahan pokok sudah dikeluhkan warga dalam satu bulan terakhir, sehingga bila tidak segera ditangani serius oleh Pemprov Banten maka kenaikan harga akan terus terjadi hingga Hari Raya Idul Adha pada awal Juli mendatang.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Banten, khususnya dengan Dinas Pertanian, Dinas Perin­dustrian dan Perdagangan, termasuk de­ngan Dinas Ketahanan Pangan,” kata Iip kepada Radar Banten, Minggu (26/6).

Ia melanjutkan, salah satu tanggung jawab pemerintah adalah mengendalikan harga bahan pokok, sehingga Komisi II akan mendorong Pemprov Banten me­lakukan berbagai upaya agar masya­rakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Kami juga dalam waktu dekat akan melakukan monitoring langsung ke lapangan, bahkan siap mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional,” tuturnya.

Senada, anggota Komisi II DPRD Ban­ten Ida Hamidah menambahkan, kelu­han terkait kenaikan harga bahan pokok jelang Idul Adha tidak hanya disampaikan masyarakat, namun juga datang dari para pedagang.

“Masyarakat dan pedagang sama-sama mengeluh dengan kenaikan harga sem­bako, sebab harga yang terus naik se­makin tak terjangkau oleh warga se­mentara pedagang juga dirugikan lan­taran sepi pembeli,” tuturnya.

Politikus PPP ini melanjutkan, Pemprov Banten dan instansi terkait lainnya harus segera turun tangan membantu masyarakat mengendalikan harga bahan pokok.

“Langkah jangka pendek yang harus dilakukan pemerintah daerah tentu saja dengan melakukan operasi pasar, terutama untuk komoditas yang paling tinggi persentase kenaikan harganya seperti telur, cabe dan daging sapi dan ayam,” bebernya.

Operasi pasar, lanjut Ida, meskipun tidak terlalu efektif dalam menstabilkan harga bahan pokok dipasaran, namun bisa mengurangi beban masyarakat dalam mendapatkan sembako.

“Operasi pasar solusi paling cepat, sambil pemprov menyiapkan langkah lain untuk menstabilkan harga jelang hari raya yang tinggal dua pekan lagi,” jelasnya.

Masih dikatakan Ida, langkah lain yang bisa dilakukan Pemprov Banten adalah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan aparat pe­negak hukum. Lantaran setiap men­jelang hari raya, banyak pihak yang memanfaatkan situasi kenaikan harga bahan pokok untuk mencari keuntungan sendiri.

“Pelaku penimbunan sembako harus ditindak tegas, sebab bagaimana pun persoalan harga bergantung pada pasokan itu sendiri. Semakin langka maka harganya semakin mahal seperti ka­sus minyak goreng,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Stabilisasi Harga Dis­perindag Banten Dede Kurnia mem­benarkan bila hampir semua kebutuhan pokok jelang Idul Adha mengalami kenaikan harga. Namun yang paling tinggi persentase kenaikannya adalah cabe, telur dan daging.

“Rencananya kami akan melakukan operasi pasar untuk cabe dan telur, ter­utama mendekati hari raya untuk mens­tabilkan harga dipasaran,” katanya.

Berdasarkan hasil pantauan Disper­indag di sejumlah pasar induk yang ada di Banten pekan lalu, harga cabe rawit merah mencapai Rp105 ribu/kilo gram. Sementara harga cabe rawit hijau, cabe merah keriting dan cabe merah biasa relatif lebih rendah, dikisaran Rp85 ribu- Rp88 ribu/kilo gram.

Sedangkan harga telur masih tinggi di kisaran Rp28 ribu-Rp30 ribu per kilo, begitu juga dengan harga daging ayam dikisaran Rp37 ribu-Rp40 ribu per kilo.

“Untuk daging sapi murni Rp141 ribu per kilo, minyak goreng kemasan Rp22 ribu/liter dan minya goreng curah Rp14 ribu-Rp15 ribu/liter, sedangkan harga sembako lainnya relatif kenaikannya masih normal,” bebernya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Ban­ten Al Muktabar meninjau secara lang­sung lapak penjualan hewan kurban di sejumlah daerah. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual oleh para pelapak dalam kondisi Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dan juga terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Selain melakukan peninjauan, Pj Gubernur Banten Al Muktabar juga melakukan pemeriksaan kesehatan sapi kurban.

“Alhamdulillah hasil pemeriksaan, semua sapi dalam kondisi aman dan sehat, tidak ada yang terjangkit PMK. Pihak penjual juga memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat meskipun berasal dari berbagai daerah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mengantisi­pa­si sebaran PMK di Banten, seluruh penjual hewan kurban diharuskan melakukan karantina terlebih dahulu, pengecekan dokumen kelengkapan serta memeriksa kondisi fisiknya untuk memastikan kesehatan hewan kurban. 

Selanjutnya, Pemprov juga melakukan check point terhadap hewan kurban yang akan masuk ke Banten. Selain itu Pemprov juga secara berkala melakukan kontrol di setiap lapak yang ada, yang ditunjang juga pemeriksaan secara rutin oleh petugas di Kabupaten dan Kota. 

“Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk mempersembahkan kepada masyarakat yang aman khususnya dalam melaksanakan kurban yang se­bentar lagi akan dilakukan,” pung­kas­nya. (den/alt)