DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Pelayanan MAN 2 Tersentral di Satu Ruangan

post-img

CILEGON - Madrasah Ali­yah Negeri (MAN) 2 Cilegon meresmikan gedung Pelaya­nan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 

Peresmian dirangkaikan dengan kegiatan penguatan 

Moderasi Beragama bagi Pegawai di lingkungan MAN 2 Kota Cilegon.

Kegiatan itu dihadiri lang­sung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten Nanang Fatchurroch­man, Kabag TU Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten Idris Jamroni, Kepala kantor Kemenag Kota Cilegon

 Lukmanul Hakim, dan Kasubag Ortala dan Forum Kerukunan Umat beragama Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten Ahmad Bahir Ghozali.

Kepala MAN 2 Cilegon Mu­niru­din menjelaskan, pem­bangunan PTSP sebagai bentuk komitmen MAN 2 Cilegon terhadap optimalisasi pelayanan terhadap masya­rakat, serta bentuk dukungan dari keterbukaan informasi.

“Jadi semua pelayanan bisa di dalam satu ruangan, mau itu daftar sekolah, pelayanan informasi, dan pelayanan lain,” ujar Munir, Minggu (26/6).

Dengan adanya PTSP Munir berharap bisa menyadarkan bahwa seluruh jajaran di MAN 2 Cilegon merupakan pela­yan masyarakat yang harus memberikan pelayanan prima dengan sepenuh hati, cepat tepat, dan bermartabat.

 Terkait agenda penguatan moderasi beragama bagi jajaran guru maupun staf di MAN 2 Cilegon, dijelaskan Munir, penguatan moderasi beragama adalah salah satu dari tujuh program utama 

Kementerian Agama diba­wah komando menteri agama. “Kita sebagai bagian dari keluarga besar Kemen­terian agama harus ikut mensosialisasikan sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Moderasi beragama sesuai dengan tema yang kita pilih yaitu menyemai mode­rasi beragama mene­guhkan Islam rahamatan lil ‘Alamin,” papar Munir.

Moderasi Beragama adalah selaras dengan ajaran Islam yaitu Islam Washatiyah.

Munir menilai, harus disa­dari Indonesia adalah negara besar yang penuh akan keberagaman dan perbedaan terutama adalah perbedaan agama yang sudah ada dari zaman nenek moyang.

“Maka kita perlu merawat keberagaman ini agar hidup harmonis rukun dan damai. Seperti yang pernah dikatakan Gusdur Tuhan tidak melarang perbedaan tetapi justru melarang perpecahan, jangan mencari-cari jurang perbedaan tapi carilah satu titik persamaan yaitu Indonesia,” tuturnya. (bam)