RIBUAN tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNPB) mengancam mogok kerja massal lantaran Pemprov Banten belum memenuhi kesepakatan bersama. Menanggapi hal itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar meminta para pegawai itu bersabar.
“Ini kan dipikirkan bersama ini, karena terjadi di semua daerah,” tandas Al di gedung DPRD Provinsi Banten, Selasa (26/7). Sehingga, penyelesaian terkait tenaga honorer ini dilakukan secara komprehensif di tingkat nasional.
Kata dia, dengan penyelesaian yang komprehensif, maka akan didapatkan formula yang menyeluruh secara permanen. Untuk itu ia selalu mengingatkan kepada para tenaga honorer untuk menunggu karena ini bukan masalah di Banten saja, tetapi hampir semua daerah.
Al mengatakan, pemerintah tentu akan memikirkan solusi terkait dengan tenaga honorer itu secara sungguh-sungguh. Ia berharap ada solusi untuk persoalan tersebut. “Saya ikut apa yang memang harus menjadi solusi yang merupakan peraturan perundangan,” terangnya.
Ia mengaku, semua pihak sedang memikirkan secara sungguh-sungguh persoalan tenaga honorer ini. “Bayangkan Asosiasi Bupati Walikota melakukan pertemuan khusus untuk memikirkan ini. Asosiasi Gubernur pertemuan khusus untuk menyelesaikan, terus pemerintah juga,” ungkap mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini.
Hal yang sama juga disampaikan Penjabat Sekda Banten Moch Tranggono. “Saya mengimbau kepada mereka (tenaga honorer-red) ini sudahlah kerja yang benar, kerja yang baik. Tapi jangan yang punya apa yang ngancem-ancem gini kan. Saya pikir juga nggak baik gitu,” ujarnya.
Kata dia, apa yang menjadi tuntutan para tenaga honorer itu dapat dikabulkan apabila ada persetujuan dari pemerintah. Namun, Pemprov selama ini sudah melakukan upaya fasilitasi. “Kita tergantung pemerintah pusat,” tegas Tranggono.
Seperti diberitakan sebelumnya, tenaga honorer di lingkup Pemprov Banten merasa Pemprov Banten belum menunaikan janjinya. Untuk itu, ribuan tenaga honorer itu bakal melakukan aksi mogok massal pada awal Agustus nanti.
Ketua FPNPB Taufik Hidayat mengatakan, hingga saat ini, Pemprov belum juga menindaklanjuti poin kesepakatan yang telah dicapai pada audiensi pada 10 Juni lalu. “Jadi seperti PHP (pemberi harapan palsu-red),” ujar Taufik.
Seperti diketahui, tenaga honorer Pemprov Banten yang tergabung dalam FPNPB berencana menggelar aksi damai pada 13 Juni lalu. Namun, rencana tersebut batal setelah adanya kesepakatan sejumlah poin antara FPNPB dan Pemprov Banten.
Kata Taufik, walaupun sudah mencapai kesepakatan dalam pertemuan tersebut, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan oleh Pemprov. “Belum ada perkembangan atau kabar terbaru mengenai poin-poin kesepakatan yang telah disetujui bersama,” ungkapnya. (nna/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
