DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Citorek Bakal Disulap Jadi Lembangnya Lebak

post-img

LANSCAPE: Lanscape Gunung Kendeng, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.(dok radar banten)

LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak ingin menjadikan kawasan kasepuhan Citorek yang berada di Kecamatan Cibeber jadi tempat wisata, seperti Lembang atau Puncak di Jawa Barat. Ke­inginan itu didasari oleh potensi wisata dan ke­kayaan sumber daya alam (SDA) serta bentuk geografis Citorek yang berada di pegunungan mirip dengan Lembang dan Puncak.

Untuk itu, Pemkab Lebak terus melakukan penataan terhadap kawasan adat Wewengkon Citorek yang kini sudah memiliki destinasi wisata yang tersohor di Banten, yakni Gunung Luhur.

“Citorek kan memiliki landscape yang indah dan ja­raknya juga tidak jauh dari Ibukota. Terlebih akses jalan sudah bagus, jadi kita harap nanti Citorek ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan untuk be­r­libur selain ke Puncak Bogor,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya kepada Radar Banten, pekan lalu.

Bupati menerangkan, kawasan Citorek sendiri kini sudah masuk ke dalam kawasan Geopark Bayah Dome yang bakal menjadi lotus wisata di Kabupaten Lebak. Penetapan Geopark itu sudah mendapatkan izin dari Kementerian ESDM. Lebih jauh, politikus Partai Demokrat itu berjanji akan terus memak­si­malkan potensi SDA dan Sumber Daya Manusia (SDM) guna memajukan Kabupaten Lebak.

“Tentunya kita akan terus memaksimalkan potensi yang ada sehingga nantinya potensi itu bisa menjadi sebuah investasi bagi kita ke depan untuk pemulihan eko­nomi pasca pandemi Covid-19,” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata melalui Kepala Bidang Destinasi Usep mengatakan, dalam penataan kawasan Citorek di tahun 2022 ini pihaknya mengalokasikan dana Rp7,4 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Dana tersebut untuk melakukan penataan terhadap destinasi Argowisata yang ada di kaki Gunung Ken­deng, yang meliputi 5 Desa di wilayah Wewengkon Adat Citorek. 

“Di tahun ini kita mengalokasikan penataan argowisata kawasan Gunung Kendeng yang bersumber dari DAK 2022. Dan kini sudah proses kontrak, Insyaallah tahun ini selesai,” kata Usep.

Usep menerangkan, dana sebesar Rp7,4 miliar itu terdiri dari 9 paket tender yang berbeda, seperti pem­bangunan Plaza Area Wewengkon Adat Citorek Rp450 juta, pembangunan Plaza Kuliner Wewengkon Adat Citorek Rp 995 juta, pembangunan tempat Parkir Wewengkon Adat Citorek Rp1,1 M, juga pem­bangunan Pedestrian Wewengkon Adat Citorek Rp 1,7 M.

“Gunung Kendeng ini memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan Gunung Luhur, yaitu memiliki landscape pegunungan dan juga awannya. Juga di kawasan ini juga ada kebun Strawberry, maka­nya kita buat masteplan pembangunan sarana dan fasilitas guna mendukung potensi wisata di Gunung Kendeng itu,” terangnya. 

Dirinya yakin dengan adanya Gunung Luhur dan juga Gunung Kendeng, kawasan Wewengkon Citorek dapat seperti Puncak Bogor atau Lembang di Bandung.

“Jika kita lihat geografis Gunung Luhur mirip de­ngan Lembang, makanya kita proyeksikan pe­na­taannya seperti di Lembang. Dan Insyaallah de­ngan semua potensi SDA yang ada juga kebudayaan lokal, maka kawasan Citorek ini bisa menjadi des­tinasi unggulan di Banten yang dapat menjadi alter­natif wisatawan selain puncak Bogor dan Lem­bang,” pungkasnya.(mg-02/tur)