DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Jalan Rusak di Pelosok Tak Tersentuh

post-img

PANDEGLANG - Sejumlah aktivis mahasiswa di Pandeglang menuding kegiatan pembangunan yang dilakukan Bupati Irna Narulita dan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban tidak tepat sasaran. Beberapa ruas jalan yang kondisinya masih baik dibangun kembali, sedangkan jalan dengan kondisi rusak dibiarkan hancur.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pandeglang Samsul Hadi mengaku miris dengan adanya warga Patia yang ditandu ke puskesmas. Penyebabnya, karena jalan yang dilalui rusak dan tidak bisa dilintasi ambulans.

Kejadian tersebut, kata Samsul, sudah berulang kali terjadi di Pandeglang. Bukan hanya di Patia, tapi juga terjadi di beberapa kecamatan lain. Sehingga menimbulkan kesan buruk bagi wilayah seribu kiyai dan sejuta santri ini.

“Saya melihat, kejadian ini akibat kegagalan pemerintah sejak dalam perencanaan pembangunan. Ada yang salah dalam perencanaan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Irna dan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban. Karena ada jalan yang kondisinya masih bisa dilalui kemudian dibangun, sedangkan yang rusak berat dibiarkan,” kata Samsul Hadi ketika dihubungi Radar Banten, kemarin.

Untuk itu, dirinya meminta kepada jajaran pemerintahan di bawah Bupati Irna Narulita untuk melakukan evaluasi. Karena tidak semua kegiatan pembangunan yang dilakukan di Kota Badak diketahui orang nomor satu di Pandeglang tersebut.

“Mestinya, dinas terkait membuat skala prioritas agar kegiatan pembangunan berjalan dengan baik. Apalagi, saat ini Pemkab Pandeglang punya program Jakamantul. Program ini harus tepat sasaran dan pemerintah daerah tidak diskriminatif,” tegasnya.

Dia mendesak Pemkab Pandeglang memprioritaskan pembangunan jalan rusak yang ada di wilayah pelosok. Karena saat ini, masih banyak jalan yang kondisinya cukup memprihatinkan. Jika dibiarkan, maka kasus orang sakit ditandu ke pelayanan kesehatan akan kembali ditemukan dikemudian hari. Ini tentu akan menjadi persoalan yang tidak pernah terselesaikan.

“Saya akui, pemerintah daerah mengal­ami keterbatasan fiskal. Namun, mereka harus mengupayakan ini agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tegasnya.

Jika kondisi jalan baik, kata Samsul, maka perekonomian masyarakat di daerah dipastikan akan meningkat. “Dampaknya akan baik untuk perekonomian masya­rakat,” ujarnya.

Terpisah, aktivis mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang Khoirul Mu'min menyatakan, kondisi infrastruktur di daerah sungguh memprihatinkan.

"Akses transportasi selalu menjadi trouble bagi masyarakat. Misalnya di Kecamatan Patia dan Kecamatan Suka­resmi, apalagi dengan terjadinya peris­tiwa masyarakat ditandu untuk bisa ke puskesmas sungguh sangat menyayat hati dan pikiran," ujarnya.

Dengan demikian Ia mendorong, pe­merintah daerah segera melakukan upaya untuk pembangunan infrastruktur jalan yang layak dan itu wajib dipenuhi pemerintah. 

"Ini bisa disebut bagian kegagalan di masa kepemimpinan Irna dan Tanto. Terlepas jalan poros desa yang kondisinya rusak parah itu sebetulnya menjadi bagian dari tanggungjawab pemerintah desa," tegasnya.(mg-01/tur)