DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Kualitas Baja Indonesia Diakui Dunia

post-img

BEKASI - Kualitas baja produksi da­lam negeri yang diakui dunia menjadi bukti bahwa pemerintah telah berhasil meningkatkan nilai tambah komoditas baja Indonesia untuk menembus pasar global. Kemajuan industri baja ini ha­rus dapat menyejahterakan masyar­akat di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mendag Zulkifli Hasan saat melepas ekspor baja struktur dan plat baja produksi PT Gunung Raja Paksi (GRP) ke Selandia Baru , Selasa (26/7), di Cikarang Barat, Ka­bu­­paten Be­kasi, Jawa Barat.

“Ekspor baja ke Selandia Baru ini merupakan bukti pengakuan bahwa kua­litas kelas dunia dari baja produksi Indonesia diterima dengan baik di man­ca­negara. Mohon capaian ini da­pat terus dijaga dan ditingkatkan ka­rena pemerintah ingin terus men­dorong kualitas produk, barang dan jasa, serta investasi Indonesia agar me­ningkatkan citra Indonesia sebagai negara industri. Semoga upaya ini mem­beri sumbangsih yang lebih be­sar bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Mendag dalam keterangan resminya. 

Mendag berharap ekspor ini dapat menjadikan Selandia Baru sebagai salah satu negara tujuan ekspor besi dan baja Indonesia selanjutnya. “Saya sangat senang PT Gunung Raja Paksi dapat menembus pasar potensial se­perti Selandia Baru. Saya berharap nantinya Selandia Baru dapat menjadi salah satu negara tujuan utama eks­por besi dan baja Indonesia,”ungkap Mendag.

Menurutnya, industri besi dan baja dikenal dengan sebutan ‘mother of industries’ atau ibunya industri karena produk besi dan baja digunakan un­tuk mendorong perkembangan in­dustri lainnya.Indonesia saat ini merupakan eksportir besi dan baja ter­besar ke-10 dunia pada 2021 de­ngan pangsa pasar 3,37 persen. Tren pertumbuhan ekspor besi dan baja Indonesia dalam lima tahun terakhir adalah yang terbesar di antara 30 besar eksportir besi dan baja dunia, yaitu sebesar 49,3 persen.

Presiden Direktur PT GRP  Argo Sang­­­­kaeng menyampaikan apreas­iasinya atas dukungan pemerintah. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, dalam mengembangkan industri baja nasional selama ini, sehingga PT Gunung Raja Paksi Tbk bisa berkembang,” ujar Argo.

 Produk baja struktur dan plat baja produksi PT GRP yang dilepas ke Selan­dia Baru akan digunakan untuk konstruksi Rumah Sakit Dunedin di Dunedin, Selandia Baru. Nilai ekspor­ USD 4 juta dengan total volume 3.800 ton. PT GRP juga menyuplai baja pemba­ngunan University of Auckland, Bandara  Auckland,  Gedung  Spark,  Woolworths,  Pusat  Perbelanjaan Westfield,  gedung  arsip Pemerintah Wellington, dan Stadion Christchurch. Kemudian fasilitas umum seperti Jembatan Wimakarrie di Chris­tchurch, arena olahraga di Christchurch, hingga rumah sakit di Taranaki dan Christchurch. (bie)