DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Melihat Anyaman Bambu di Kampung Rintisan Tematik Kampung Pramuka

post-img

KERAJINAN TANGAN: Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang Dadang Sudrajat melihat anyaman bambu di Kampung Rintisan Tematik Kampung Pramuka di Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.(Mulyadi/radar banten)


SUKAMULYA - Terletak tidak jauh dari tempat pe­makaman umum (TPU) Kabupaten Tangerang Buni Ayu, rupanya ada tempat yang menjadi pusat peng­rajin anyaman dari bambu, yaitu kampung Rintisan pramuka yang akan di kembang­kan mwnkadi kampung Tematik anyaman ber­bahan bambu dan lainnya. Tempat tersebut merupakan tempat sekaligus wadah pengrajin bambu yang ada di Kampung Gagunung RT. 001 RW 005, Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang Dadang Sudrajat kepada Radar Banten mengatakan, dengan berdirinya Kampung Rintisan Tematik oleh anggota Pramuka melalui kwartir ranting sangat membantu para pengrajin anyaman bambu yang berada di Kecamatan Sukamulya.

“Hal ini ketua Kwarcab Tangerang Gerakan Pramuka Kak Maesyal Rasyid pun dalam kesempatan lain mengajak anggota dan jajaran pengurus untuk terus bergerak berinovasi, kreatif dan hadir di tengah - tengah masyarakat,” ujar Dadang, Selasa (26/7).

Dadang mengakui, jika kampung tematik tersebut di inisiasi oleh Kwaran dan masyarakat yang wilayahnya potensial untuk di kembangkan.  

“Dengan adanya kampung tematik tersebut, nantinya masyarakat bersama Pramuka, dapat berkolaborasi dalam pemberdayaan dan dapat menjadikan lokasi ini sebagai wahana edukasi bagi anggota pramuka dan untuk masyarakat dapat berpeluang meningkatkan ekonomi warga sekitar,” pungkas Dadang.

Senada, Sekran Kwaran Pramuka Kresek Murdani meng­ungkapkan, Kampung Rintisan Tematik Kam­pung Pramuka yang berada di Kampung Gagunung merupakan sebuah wadah bagi masyarakat Gagunung dan sekitarnya sebagai pengrajin, baik yang ada di Kejaroan 05 Desa Buniayu, agar bisa memasarkan hasil kerajinan anyaman bambunya supaya meng­hasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

“Nah dengan berdiri di luas tanah sekitar 900 meter ini, juga bergerak di bidang kreasi dan edukasi, yang alhamdulilah dan alhamdulilah menjadi kampung rintisan kampung tematik Pramuka,” ujarnya.

Murdani juga mengatakan, kampung ini berdiri dengan adanya dorongan dan motivasi oleh Kak Kwarcab dan Kak sekretaris Kwartir Cabang Pra­muka Kabupaten Tangerang Dadang Sudrajat, karena beliau sebagai mentor sangat mendukung anyaman bambu ini untuk bisa di pasarkan, supaya menghasilkan nilai ekonomis tinggi.

“Pengrajin disini selain masyarakat, juga terdapat anggota pramuka dan peserta binaan Saung Bakul, sebagai pelestari kaum muda,” ucapnya.

Saung Bakul yang berada di Kampung Tematik ini menjual banyak jenis anyaman, yang di an­taranya seperti Alat Rumah Tangga semisal Boboko, Bakul, Aseupan, Topi Caping, Kipas, Ku­kusan, Seser, Tampah atau Irig, Besek, Sumbul dan Tikar (Anyaman Pandan).

“Selain itu, Saung Bakul juga memasarkan hasil kerajinan bambu lain nya yang agak besar, seperti Gazebo, Homestay yang terbuat dari bambu dan kursi,” terangnya. (Mul)