DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

200 Kilometer Jalan Kabupaten Rusak

post-img

PANDEGLANG - Sepanjang 200 kilo­meter jalan yang menjadi kewe­nangan Pemkab Pandeglang dalam kondisi rusak berat. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat mengakui masih banyak ruas jalan yang menjadi kewenangan kabupaten dalam kondisi rusak berat.

"Secara keseluruhan ruas jalan kita ada 723 kilometer dan jalan dalam kondisi rusak ada 200 kilometer, itu data 2021. Kalau sekarang jumlahnya sudah mulai berkurang," kata Asep di ruang kerjanya, Jumat (26/8)

Asep menjelaskan, Pemkab telah membuat program kerja yang dituang­kan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Semua ruas jalan milik Pemkab akan selesai dibangun dan dalam kondisi mantap pada 2026 yang akan datang.

"Kita targetkan 2025 sudah selesai dibangun. Minimal, dalam satu tahun itu 40 kilometer jalan yang dibangun," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang menyebabkan masih banyaknya ruas jalan di Pandeglang dalam kondisi rusak berat. Diantaranya karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

"Keuangan kita enggak cukup, kalau mau diselesaikan dalam satu tahun. Minimal kita punya anggaran Rp1 triliun, khusus untuk jalan," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Tanto Warsono Arban mengatakan, pihaknya menaruh perhatian khusus dalam menyelesaikan persoalan buruknya kondisi infrastruktur jalan di Pandeglang.

"Tiga tahun ke depan kita fokus menyelesaikan persoalan jalan yang rusak. Mudah-mudahan target itu dapat direalisasikan, sehingga kita bisa fokus terhadap persoalan yang lain," tegasnya.

Tanto mengaku, terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pem­prov Banten dan Pemerintah Pusat dalam mengatasi persoalan bu­ruknya sarana dan prasarana infra­struktur jalan. Selama ini, ada perhatian dari pusat maupun provinsi untuk membantu Pandeglang dalam mem­bangun infrastruktur. Untuk itu, ke depan dirinya berharap, bantuan keuangan dari pusat dan provinsi ditingkatkan. "Setiap tahun kita selalu mengajukan dan meminta tambahan anggaran untuk melakukan perbaikan jalan," katanya.(dib/tur)