*Perwatusi : Lawan Osteoporosis
SERANG - Osteoporosis menyerang satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria di atas usia 50 di seluruh dunia. Prevalensi osteoporosis di Indonesia sudah mencapai 19,7 persen atau sekitar 3,6 juta orang.
Ketua Umum Persatuan Warga Tulang Seluruh Indonesia (Perwatusi) Anita A Hutagalung mengatakan, seluruh pihak harus menggabungkan melawan osteoporosis. “Karena penyakit yang tidak dirasakan tapi fatal akibatnya kalau tidak kita perhatikan,” ujar Anita usai pencanangan Gerakan Melawan Osteoporosis di lapangan Setda Provinsi Banten, KP3B, Jumat (26/8).
Perwatusi bersama Pemprov Banten menggagas pencanangan Gerakan Melawan Osteoporosis. Pencanangan gerakan itu juga diisi dengan kegiatan senam bersama yang dilaksanakan di lapangan Setda Provinsi Banten, KP3B, kemarin.
Anita mengungkapkan, osteoporosis bukan hanya dapat menyerang orangtua. Makanya perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah osteoporosis sejak dini.
Kata dia, Perwatusi juga mempunyai program-program ke sekolah untuk memberikan ilmu mengenai keropos tulang ini kepada guru-guru dan para siswa. Banten dipilih sebagai salah satu provinsi untuk dilaksanakan Gerakan Melawan Osteoporosis karena kepedulian masyarakat Banten untuk bergerak sudah bagus. “Tinggal gerakannya itu sudah baik, benar, terukur, dan teratur atau belum,” ujarnya.
Ia berharap jangan sampai masyarakat lansia cedera saat melakukan senam. Hal itu lah yang menjadi perhatian Perwatusi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, Perwatusi memiliki kepengurusan di 48 kabupaten/kota dan 14 provinsi. Namun, hanya ada enam provinsi yang melaksanakan pencanangan Gerakan Melawan Osteoporosis. Salah satunya adalah Banten.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, kegiatan pencanangan Gerakan Melawan Osteoporosis ini sebagai upaya menjaga kesehatan individu-individu. Dalam pendekatan kesehatan, ada tiga hal yang dapat dilakukan. “Yakni kuratif atau diobati kalau dia sedang mengalami satu keadaan yang disebut sakit. Lalu kemudian ada tahapan preventif pencegahan, lalu juga ada promotif,” ujarnya.
Al mengatakan, kegiatan yang dilakukan bersama Perwatusi itu merupakan gabungan dari agenda preventif dan promotif. “Jadi kita melakukan pencegahan dengan gerakan senam. Terbukti dari berbagai riset bahwa senam itu menguatkan tulang,” terangnya. Namun selain melakukan senam, perlu juga asupan nutrisi untuk tetap menjaga agar tulang sehat dan kuat. (nna/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
