LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak tahun ini mendapatkan setifkat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dengan diperolehnya sertifikat tersebut, Lebak menjadi daerah bebas malaria.
Meskipun telah mendapat predikat bebas malaria, sejumlah kegiatan terus dilakukan seperti surveilans, surveilans migrasi, dan penyelidikan epidemiologi.
“Ya, alhamdulilah tahun 2022 ini Lebak telah mendapat sertifikat eliminasi malaria dari Kemenkes,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Lebak Firman Rahmatullah kepada Radar Banten, Jumat (26/8).
Untuk memperoleh sertifikat tersebut tidak mudah, karena di 28 kecamatan tidak boleh ditemukan kasus malaria dalam tiga tahun terakhir.
“Maksudnya kasus yang muncul dari kita (Lebak). Dari tahun 2017 sudah tidak ada indegenous kasus. Kasus ada, tapi impor. Untuk tahun 2022 ini kasus malaria seingat saya yang indegenous (penularan setempat) tidak ada. Kalau yang dari luar, seperti baru pulang setelah dikirim tugas ke Papua ada,” jelasnya.
Dia mengatakan, masalah malaria merupakan masalah kompleks. Oleh karena itu, diperlukan komitmen semua pihak untuk mewujudkan bebas malaria. Dia sangat yakin dengan adanya peran aktif dari lintas sektoral dan lintas program, Lebak akan bebas malaria di tahun 2023.
“Dalam upaya eliminasi malaria di Lebak, yaitu melakukan surveilans aktif, meningkatkan kualitas penatalaksanaan kasus malaria, melakukan penyelidikan setiap menemukan kasus malaria untuk memastikan bahwa kasus tersebut impor atau indegenous,” ujarnya.
Selain itu, petugas kesehatan dapat mengoptimalkan teknologi pemberantasan malaria, meningkatkan peran masyarakat dan lintas sektor termasuk swasta, LSM, dan organisasi kemasyarakatan. Karena malaria hanya dapat dieliminasi melalui kemitraan.
“Tentunya, keberhasilan eliminasi malaria merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, kita perlu mendukung eliminasi malaria mulai dari kebijakan sampai dengan dukungan sumber daya yang diperlukan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono menambahkan, manfaat kabupaten kota yang telah bebas malaria adalah jaminan bahwa tidak ada penularan malaria di seluruh wilayah yang sudah mendapat sertifikasi bebas malaria.
“Selain itu harus diwaspadai bagi penduduk yang bepergian atau datang dari daerah endemis malaria agar segera periksa, sehingga tidak menularkan kepada warga Lebak,” tukasnya. (nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
