DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Dinkes Raih Sertifikat Bebas Malaria

post-img

LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Ka­bupaten Lebak tahun ini mendapatkan setifkat eliminasi malaria dari Kementerian Ke­sehatan (Kemenkes) RI. Dengan diper­oleh­nya sertifikat tersebut, Lebak menjadi daerah bebas malaria.

Meskipun telah mendapat predikat bebas malaria, sejumlah kegiatan terus dilakukan seperti surveilans, surveilans migrasi, dan penyelidikan epidemiologi.

“Ya, alhamdulilah tahun 2022 ini Lebak telah mendapat sertifikat eliminasi ma­­laria dari Kemenkes,” kata Kepala Bi­dang Pen­cegahan dan Pengendalian Pe­nyakit pa­da Dinkes Lebak Firman Rahmatullah kepada Radar Banten, Jumat (26/8).

Untuk memperoleh sertifikat tersebut tidak mudah, karena di 28 kecamatan tidak boleh ditemukan kasus malaria dalam tiga tahun terakhir.

“Maksudnya kasus yang muncul dari kita (Lebak). Dari tahun 2017 sudah tidak ada indegenous kasus. Kasus ada, tapi impor. Untuk tahun 2022 ini kasus malaria seingat saya yang indegenous (penularan setempat) tidak ada. Kalau yang dari luar, seperti baru pulang setelah dikirim tugas ke Papua ada,” jelasnya.

Dia mengatakan, masalah malaria merupakan masalah kompleks. Oleh karena itu, diperlukan komitmen semua pihak untuk mewujudkan bebas malaria. Dia sangat yakin dengan adanya peran aktif dari lintas sektoral dan lintas pro­gram, Lebak akan bebas malaria di tahun 2023.

“Dalam upaya eliminasi malaria di Lebak, yaitu melakukan surveilans aktif, meningkatkan kualitas penatalaksanaan kasus malaria, melakukan penyelidikan setiap menemukan kasus malaria untuk memastikan bahwa kasus tersebut impor atau indegenous,” ujarnya.

Selain itu, petugas kesehatan dapat mengoptimalkan teknologi pemberantasan malaria, meningkatkan peran masyarakat dan lintas sektor termasuk swasta, LSM, dan organisasi kemasyarakatan. Karena malaria hanya dapat dieliminasi melalui kemitraan.

“Tentunya, keberhasilan eliminasi malaria merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, kita perlu mendukung eliminasi malaria mulai dari kebijakan sampai dengan dukungan sumber daya yang diperlukan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono menambahkan, manfaat kabupaten kota yang telah bebas malaria adalah jaminan bahwa tidak ada penularan malaria di seluruh wilayah yang sudah mendapat sertifikasi bebas malaria. 

“Selain itu harus diwaspadai bagi pen­duduk yang bepergian atau datang da­ri daerah endemis malaria agar segera pe­riksa, sehingga tidak menularkan kepa­da warga Lebak,” tukasnya. (nce/tur)