DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Harga Telur dan Ayam Potong Tinggi

post-img

MELAYANI PEMBELI: Penjual ayam potong di Pasar Rangkasbitung melayani pembeli di lapaknya, kemarin. (Yusuf Permana/Radar Banten)

LEBAK - Harga kebutuhan pokok, khususnya telur dan daging ayam potong di pasar tradisional di Lebak terus mengalami kenaikan. Di Pasar Rangkasbitung harga telur Rp30 ribu dan harga ayam potong Rp33 ribu per kilogram.

Berbeda di Pasar Malingping, Bayah, dan Banjarsari. Di sana, harga telur sudah mencapai Rp33 ribu per ki­logram. Harga tersebut tergolong tinggi, karena pada Juli lalu kedua komoditas itu harganya masih di bawah Rp30 ribu.

Udin, pedagang sembako di Pasar Rangkasbitung mengatakan, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak awal Agustus 2022. Kondisi tersebut karena tingginya permintaan dari konsumen terhadap dua komoditas tersebut.

“Telur harganya Rp30 ribu, emang naik dari harga awal Rp27 ribu per kilogram. Emang harga segini itu tinggi, banyak konsumen juga yang ngeluh. Katanya kemahalan,” kata Udin kepada wartawan, Jum’at (26/8).

Udin mengatakan, tingginya harga telur disebabkan menurunnya suplay telur dari peternakan ke pasar. Sedang­kan permintaan dari konsumen akan telur meningkat dari biasanya.

“Jadi nggak seimbang, permintaan sekarang tuh lagi tinggi. Kadang saya juga bisa menghabiskan beberapa pe­ti telur dalam sehari. Sedangkan pa­sokan dari peternaknya itu nggak stabil,” ujarnya.

Andi, pedagang ayam potong menga­takan, harga ayam juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu, sehingga kini untuk satu kilogram ayam potong dijual Rp33 ribu. Menurutnya, penyebab dari kenaikan harga ayam potong sama dengan telur, yakni kurangnya pasokan dari peternak.

“Harga awalnya itu Rp28 ribu, terus naik jadi Rp33 ribu. Ini udah jalan 20 hari, sejak awal Agustus. Banyak kon­sumen juga yang ngeluh,” kata Andi.

Tingginya harga daging ayam potong telah berdampak terhadap turunnya daya beli masyarakat. Akbatnya, omset pedagang ikut menurun. Dirinya juga khawatir dengan adanya wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat.

Menurutnya, kenaikan BBM dipas­tikan akan berdampak terhadap harga daging ayam maupun kebutuhan pokok lainnya. 

“Kalau BBM jadi naik, pasti harga ayam­nya juga naik. Jadi semakin tinggi, ya karena mungkin biaya pe­ngi­riman yang ikut naik. Kita harap, Pe­merintah bisa menunda atau mencari solusi lain agar pedagang kecil seperti saya ini tidak semakin diberatkan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ade Sumardi mengatakan, pihaknya sudah meng­intruksikan kepada Dinas Per­industrian dan Perdagangan (Disper­indag) Lebak untuk memastikan pa­sokan kebutuhan pokok di pasaran dalam kondisi aman. Tidak ada ko­miditas kebutuhan pokok yang langka, bahkan hilang di pasaran.

“Kita sudah berikan instruksi kepada Disperindag Lebak untuk memastikan bahwa barang-barang kebutuhan pokok dalam kondisi aman. Jangan sampai hilang di pasaran, karena akan memberatkan masyarakat,” pung­kasnya. (mg-02/tur)