MELAYANI PEMBELI: Penjual ayam potong di Pasar Rangkasbitung melayani pembeli di lapaknya, kemarin. (Yusuf Permana/Radar Banten)
LEBAK - Harga kebutuhan pokok, khususnya telur dan daging ayam potong di pasar tradisional di Lebak terus mengalami kenaikan. Di Pasar Rangkasbitung harga telur Rp30 ribu dan harga ayam potong Rp33 ribu per kilogram.
Berbeda di Pasar Malingping, Bayah, dan Banjarsari. Di sana, harga telur sudah mencapai Rp33 ribu per kilogram. Harga tersebut tergolong tinggi, karena pada Juli lalu kedua komoditas itu harganya masih di bawah Rp30 ribu.
Udin, pedagang sembako di Pasar Rangkasbitung mengatakan, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak awal Agustus 2022. Kondisi tersebut karena tingginya permintaan dari konsumen terhadap dua komoditas tersebut.
“Telur harganya Rp30 ribu, emang naik dari harga awal Rp27 ribu per kilogram. Emang harga segini itu tinggi, banyak konsumen juga yang ngeluh. Katanya kemahalan,” kata Udin kepada wartawan, Jum’at (26/8).
Udin mengatakan, tingginya harga telur disebabkan menurunnya suplay telur dari peternakan ke pasar. Sedangkan permintaan dari konsumen akan telur meningkat dari biasanya.
“Jadi nggak seimbang, permintaan sekarang tuh lagi tinggi. Kadang saya juga bisa menghabiskan beberapa peti telur dalam sehari. Sedangkan pasokan dari peternaknya itu nggak stabil,” ujarnya.
Andi, pedagang ayam potong mengatakan, harga ayam juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribu, sehingga kini untuk satu kilogram ayam potong dijual Rp33 ribu. Menurutnya, penyebab dari kenaikan harga ayam potong sama dengan telur, yakni kurangnya pasokan dari peternak.
“Harga awalnya itu Rp28 ribu, terus naik jadi Rp33 ribu. Ini udah jalan 20 hari, sejak awal Agustus. Banyak konsumen juga yang ngeluh,” kata Andi.
Tingginya harga daging ayam potong telah berdampak terhadap turunnya daya beli masyarakat. Akbatnya, omset pedagang ikut menurun. Dirinya juga khawatir dengan adanya wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jangka waktu dekat.
Menurutnya, kenaikan BBM dipastikan akan berdampak terhadap harga daging ayam maupun kebutuhan pokok lainnya.
“Kalau BBM jadi naik, pasti harga ayamnya juga naik. Jadi semakin tinggi, ya karena mungkin biaya pengiriman yang ikut naik. Kita harap, Pemerintah bisa menunda atau mencari solusi lain agar pedagang kecil seperti saya ini tidak semakin diberatkan,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ade Sumardi mengatakan, pihaknya sudah mengintruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok di pasaran dalam kondisi aman. Tidak ada komiditas kebutuhan pokok yang langka, bahkan hilang di pasaran.
“Kita sudah berikan instruksi kepada Disperindag Lebak untuk memastikan bahwa barang-barang kebutuhan pokok dalam kondisi aman. Jangan sampai hilang di pasaran, karena akan memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
