DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Industri Software Konten Dorong Percepatan Ekonomi Digital

post-img

JAKARTA - Perkembangan teknologi yang pesat merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, tak terkecuali di Indonesia. Pada masa pemulihan dari pandemi Covid-19 saat ini, perilaku masya­rakat cenderung bergeser dari aktivitas konvensional menjadi serba digital.

Perubahan perilaku tersebut berdampak pada capaian ekonomi digital Indonesia, yang menjadi tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2021 dengan nilai ekonomi mencapai 70 miliar dolar AS. Ke depannya, nilai ekonomi digital inidiperkirakan mampu mencapai 146 miliar dolar AS pada tahun 2025 dan dapat naik delapan kali lipat di tahun 2030.

Mendukung momentum positif tersebut, Kementerian Perindustrian terus meng­akselerasi upaya transformasi digital melalui pengembangan industri software dan konten. 

“Program-program peningkatan kemampuan industri software dan konten dalam negeri harus terus dijalankan dan diperluas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari siaran pers, Kamis (25/8).

Salah satu langkah strategis yang telah dijakankan oleh Kemenperin adalah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) pengembangan industri software dan konten untuk percepatan ekonomi digital yang dihadiri lebih dari 1.000 peserta di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Menperin, mencapai target 146 miliar dolar AS di tahun 2025 bukanlah sesuatu yang mustahil, karena semestinya bisa diraih.

 “Saya mendorong agar software aplikasi, gim, dan animasi untuk bisa diman­faat­kan sebagai produk dalam pengem­ba­ngan ekonomi digital. Selain itu, in­dustri artificial intelligence, big data, serta teknologi lainnya yang diperlukan da­lam ekonomi digital juga perlu kita jalan­kan,” paparnya.

Pada Bimtek tersebut, anggota DPR RI seka­ligus penggiat ekonomi digital, Ravindra Airlangga yang bertindak sebagai narasumber juga menjelaskan bahwa e-commerce adalah sektor pendorong yang mampu untuk mendominasi pertum­buhan ekonomi digital. 

Pertumbuhan e-commerce diproyeksikan mencapai 104 miliar dolar AS pada tahun 2025. Agar dapat mencapai proyeksi tersebut, Indo­nesia perlu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertalenta digital agar dapat berkontribusi aktif.

“Menurut data e-conomy SEA 2021, e-commerce merupakan sektor pendorong yang mendominasi pertumbuhan ekonomi digital. Pada tahun 2025, Pertumbuhan e-commerce diproyeksikan mencapai USD104 miliar. Kita perlu menyiapkan SDM talenta digital agar bisa turut berkontribusi dan bukan sekadar menjadi penonton,” ungkap Ravindra.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyatakan, terdapat lima technopark binaan Kemenperin yang bisa menjadi wadah untuk mengembangkan industri software konten seperti aplikasi, games, dan lain-lain.

“Saat ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal ILMATE akan mendorong pengem­bangan industri cyber security. Harapannya ke depan, Indonesia dapat menghasilkan SDM dan infrastruktur berkaitan dengan industri cyber security serta berkontribusi menjaga cyber space Indonesia dari ancaman serangan siber,” tegasnya.

Selanjutnya, Ashari Abidin dari Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Indonesia (ASPILUKI) menyampaikan, tren digitalisasi di semua bidang industri masih terus meningkat dengan pesat. Oleh karena itu, beliau memotivasi anak muda untuk turut berkontribusi dalam digitalisasi industri dengan menuangkan kreativitasnya dalam bentuk Start-Up. “ASPILUKI siap mewadahi para teknokrat muda yang ingin mendirikan start-up,” ujarnya. (bie)