DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Ketahuan Punya Selingkuhan, Tetap Aman dengan Pelukan

post-img

Sarip (26) nama samaran punya cara ampuh menyelesaikan segala keributan dengan istri tercinta, sebut saja Inul (24), setiap ada keributan karena ulah Sarip, tinggal peluk sambil nangis-nangis minta maaf, Inul pasti langsung luluh.


Usut punya usut, Inul memang memiliki hati yang sensitif, kalau sudah lihat orang lain termasuk suami menangis sambil memeluk, pasti langsung empati.

“Orang istri saya mah ngeliat pengemis yang lagi gendong anak di jalan aja kadang keluar air mata,” kata Sarip saat bercerita kepada Radar Banten, Jumat (26/8) di kediamannya di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Sejak mengetahui itu, Sarip jadi tahu kelemahan istri dan mulai memanfaatkannya sebagai senjata ampuh setiap ada persoalan. 

Sebagai pengantin baru yang menikah akhir 2021 lalu, Sarip merasa bahagia mendapatkan istri seperti Inul yang baik dan perhatian ke suami.

Alhasil, tak hanya saat ada masalah saja pelukannya, termasuk saat pengen minta jatah, tinggal peluk sambil sedikit dikecup bagian belakang lehernya, Inul pasti paham. Waduh. 

“Kadang kalau udah kelonan gitu, saya suka enggak tahan, Kang,” akunya.

Sarip mengaku memang sering tidak bisa mengatur waktu yang tepat kalau sudah ingin bertarung, tak peduli Inul sedang lelah atau bugar, ia bakal menghajar sekuat tenaga.

“Maklumlah Kang masih pengantin baru, biasa itu mah,” katanya.

Tapi lama-lama kebiasaannya itu malah membuat Inul marah, karena lelah seharian membantu beres-beres rumah, nyuci baju, piring dan lainnya, Inul jadi sering nolak ajakan Sarip.

Kalau sudah begitu, Sarip yang emosi karena kemauannya tak dituruti pun ikut marah. Alhasil malam itu dan malam-malam berikutnya mereka tidur saling beradu punggung.

Sebagai lelaki dan sosok suami, Sarip merasa punya harga diri lebih tinggi, ia enggan meminta maaf duluan dan menganggap masalah itu nanti bakal selesai dengan sendirinya.

Tapi ternyata, seminggu lebih Inul tak juga mengajaknya bicara, mereka saling diam. Bukannya lekas mengajak mengobrol Inul, Sarip malah memilih tidur di ruang televisi.

“Habisnya maleslah saya dipunggungin mulu, dianya juga diem aja,” katanya.

Gara-gara hal itu, Sarif mencari pelarian dengan mendekati perempuan lain. Setiap malam Sarip selalu pulang telat, gara-gara kecantol janda di kampung sebelah.

“Jadi si janda ini masih muda, dia enggak tahu kalau saya udah punya istri,” katanya.

Tapi apesnya, baru sekedar kenalan dan pendekatan, tingkah Sarip sudah ketahuan oleh Inul yang mendapat laporan dari teman yang melihat Sarip main ke rumah janda.

Tanpa pamit besoknya Inul sudah tak ada di kamar, ternyata ia kabur dan pulang ke rumah ibunya membawa serta pakaian dan semua barang-barang.

Sarip pun langsung menjemput Inul ke rumah dan langsung dinasihati ibu mertua, setelah itu Sarip mendekati Inul dan memeluknya sambil menangis meminta maaf. 

“Alhamdulillah dia maafin saya, padahal cuma modal pelukan doang,” akunya. (drp)