LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mulai melakukan vaksinasi dosis keempat atau booster kedua bagi tenaga kesehatan dan pegawai Dinkes. Vaksin booster kedua disuntikan untuk meningkatkan antibodi dan imunitas tanpa menimbulkan KIPI (kejadian ikutan setelah imunisasi) yang berat.
“Ya, vaksin booster kedua untuk nakes sedang kita lakukan. Adapun targetnya saat ini, yakni ribuan nakes dan pegawai di Dinkes Lebak,” kata Kepala Seksi Surveilan dan Krisis pada Dinkes Lebak Tb Mulyawan kepada Radar Banten, kemarin.
Menurutnya, nakes menjadi prioritas pertama dalam pemberian suntikan vaksin booster kedua ini karena peran dari nakes yang menjadi garda terdepan dengan resiko tinggi terpapar Covid-19.
“Kita tahu bahwa nakes ini merupakan pejuang terdepan dan pihak pertama yang maju jika ditemukan kasus Covid-19. Dengan begitu para nakes ini memiliki resiko yang tinggi. Seperti di gelombang pertama pandemi, terdapat ribuan nakes yang terkena bahkan gugur akibat terpapar virus dari pasien. Maka untuk mencegah hal serupa, imunitas atau antibodi para nakes perlu ditingkatkan kembali,” jelasnya.
Pemberian vaksinasi booster kedua ini juga bersamaan dengan terus digenjotnya vaksinasi dosis kedua dan booster pertama kepada masyarakat umum yang saat ini masih rendah.
Ia menerangkan, untuk dosis pertama sudah mencapai 82,33 persen, dosis kedua 65,87 persen, dosis ketiga atau booster pertama masih 22,27 persen, dan booster kedua 2,26 persen.
“Kami terus mendorong agar cakupan dosis kedua dan ketiga meningkat melalui gerai yang rutin disiapkan setiap Kamis di pendopo dan tiap-tiap puskesmas,” terangnya.
Sementara itu, Musa Weliansyah anggota Komisi III DPRD Lebak mendukung pemberian vaksin booster kedua terhadap para nakes di Lebak.
“Kita mendukung vaksin booster kedua terhadap nakes. Hal itu perlu dilakukan untuk melindungi para nakes. Karena jika nakes terkena bahkan jadi korban Covid-19, bagaimana dengan masyarakat umum,” ujarnya.
Musa juga menyoroti capaian vaksin booster pertama di Lebak yang sangat rendah, yakni hanya 22,27 persen. Untuk itu, dia meminta kepada Pemkab Lebak melakukan evaluasi dan mencari tahu penyebab rendahnya vaksin booster pertama di Lebak.
“Saya kira Pemkab harus memaksakan dulu capaian vaksin booster pertama, jika baru 22 persen ini kan angka yang sangat rendah sekali. Harus dicari tahu apa masalahnya, apakah nakes sudah bekerja dengan baik atau belum. Tentunya Dinkes harus segera melakukan evaluasi apa penyebab rendahnya vaksinasi booster,” tukasnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
