DECEMBER 9, 2022
Sambungan

13 Persen Penduduk Indonesia Idap Diabetes

post-img

JAKARTA- Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyoroti makanan dan mi­numan yang memiliki kadar gula tinggi dan berpotensi menimbulkan penyakit diabetes. Budi mengungkap 13 persen dari penduduk Indonesia mengalami penyakit diabetes.

“Memang diabetes di Indonesia tuh naik tinggi dari tahun ke tahun. Terakhir apa yang saya lihat 13 persen dari penduduk Indonesia itu diabetes,” kata Budi seperti dilansir detikcom, Senin (26/9).

Budi mengatakan, penyakit diabetes adalah ibu dari segala penyakit. Sebab, ketika seorang mengalami penyakit diabetes, maka akan timbul penyakit-penyakit lainnya.

“Diabetes ini adalah mother of all di­­seases, orang bilang. Jadi kalau dia­betesnya lama dia bisa menjadi pe­nyebab penyakit ginjal, cuci darah, stro­ke, jantung, dan banyak penyakit tidak menular lainnya,” ucap Budi.

“Ya kita mesti hati-hati karena kalau enggak, nanti 5 sampai 10 tahun lagi orang Indonesia akan banyak yang kena penyakit-penyakit turunan dari diabetes,” tambah Budi. “Jadi kalau saya bilang secara umum memang harus dikurangi, konsumsi gula. Rakyat Indonesia tuh berlebihan minum gula in whatever way,” katanya.

Menurut Budi, kadar gula di setiap makanan dan minuman perlu diatur. Pemerintah, kata Budi, telah mengatur pencantuman kadar gula pada minuman sesuai dengan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

“Tentunya aturan-aturan ini sudah ada, tinggal ini bukan hanya Kementerian Ke­sehatan, tapi juga sektor lainnya ter­kait hal ini. Jadi memang bahwa gu­la garam lemak itu harus diatur. Tinggal edukasi kepada masyarakatnya juga,” imbuhnya. 

Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar kelima di dunia pada 2021. 

Tercatat ada 19,5 juta warga Indonesia berusia 20-79 tahun yang mengidap penyakit diabetes. China berada di posisi pertama dengan penderita diabetes sebanyak 140,9 juta jiwa. India di urutan selanjutnya dengan jumlah pengidap diabetes sebesar 74,2 juta jiwa. Kemudian, ada 33 juta pengidap dia­betes di Pakistan. Jumlah penderita diabetes di Amerika Serikat dan Brasil masing-masing sebanyak 32,2 juta jiwa dan 15,7 juta jiwa. Meksiko memiliki 14,1 juta penderita diabetes. Sedangkan, jumlah penderita diabetes di Bangladesh sebanyak 13,1 juta jiwa. Secara global, IDF memperkirakan ada 537 juta jiwa yang mengidap diabetes pada tahun lalu. Sementara, lebih dari 6,7 juta orang diperkirakan meninggal akibat penyakit tersebut. (dtc/nda)