DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

BPBD Bakal Miliki Mobil Water Treatment

post-img

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febbt Rizki Pratama. (yusuf/ radar banten)


LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak akan memiliki mobil water treatment atau mobil pendaur ulang air bersih. Mo­bil itu nantinya akan menyulap air kotor menjadi air ber­sih yang layak untuk dikon­sumsi.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Feby Rizki Pra­tama me­nga­takan, jika mo­bil itu saat ini te­ngah dalam proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Adapun nilai dari mobil itu, yakni Rp463.170.000.

“Ya sekarang sedang proses lelang kembali, ka­rena kemarin tendernya sempat diulang. Inyaallah bulan Oktober nanti sudah serah terima,” kata Febby kepada Radar Banten, Senin (26/9).

Mobil water treatment (WTM) ini menjadi urgensi dan sangatlah penting dalam penang­gulangan bencana di Kabupaten Lebak. Sebab, lokasi pengungsi kadang jauh dari sumber air. Se­mentara jika menggunakan mobil tangki ka­pasi­tasnya terbatas.

“WTM bisa digunakan dari sumber air kotor se­kalipun untuk diproduksi menjadi air bersih, se­hingga waktu jeda dalam penanganan pengungsi bisa dikurangi. Mobil ini direncanakan akan me­menuhi kebutuhan air yang layak diminum pada lokasi pengungsian,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kendaraan water treatment ini mampu mengolah 2.000 liter air kotor menjadi air yang siap diminum dalam setiap jamnya. De­ngan mobil tersebut, sumber air layak konsumsi untuk warga di pengungsian akan teratasi.

“Pemerintah cuma punya 5 mobil suplay air, 3 di BPBD dan 2 milik Damkar. Kalau bencana, yang digunakan 3 itu saja. Lainnya stand by untuk fungsinya masing-masing, sehingga masih kurang jika untuk menghadapi kekeringan maupun untuk suplay. Mobil tangki air juga harus ambil air bersih, nah sedangkan WTM air kotor saja bisa diolah jadi air bersih. Sehingga nanti bisa sangat efektif sekali untuk penanggulangan ben­cana,” jelasnya.

Menurutnya, ketersediaan air bersih harus diperhatikan, karena air adalah sumber kehidupan. Jika airnya kotor, maka dikhawatirkan dapat ber­dampak pada kesehatan para korban di pe­ngungsian.

“Selama ini memang yang menjadi PR kita ketika ada pengungsian korban bencana adalah sumber air. Tapi semoga dengan adanya WTM ini maka PR itu dapat terpecahkan dan para korban bencana di pengusian bisa mendapatkan sumber air yang layak,” pungkasnya.(mg-02/tur)