Semangat kolaborasi ditunjukkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lebak. Mereka bersatu padu dengan Pemkab Lebak gencar mengurai kasus angka stunting di daerah yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya.
DWP Lebak dibawah komando Iriyanthie Budi Santoso berkomitmen membantu pengentasan kasus stunting anak.
Stunting di Kabupaten Lebak berdasarkan data BKKBN sendiri tergolong tinggi yakni mencapai 27 persen. Belum lagi ada 86 persen kepala keluarga di Lebak masuk ke dalam kategori resiko stunting.
“Persoalan stunting ini adalah masalah kita semua, semua pihak harus terlibat dalam mengawasi terhadap tumbuh kembang anak. Karenanya DWP Lebak berkomitmen untuk membantu mengentaskan stunting di Lebak,” kata ketua DWP Lebak Iriyanthie Budi Santoso kepada Radar Banten, Senin (26/9).
Menurutnya, semua anggota DWP Lebak turun mensosialisasikan stunting dan memberikan edukasi secara menyeluruh mengenai stunting di daerahnya masing-masing.
“DWP melakukan pendampingan kepada anak-anak sekaligus memberikan bantuan baik materi dan non materi seperti melakukan penyuluhan cara mencegah stunting dan lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut istri Sekda Lebak Budi Santoso ini mengatakan, stunting sendiri merupakan masalah yang sangat besar yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh semua pihak. Sebab, selain mempengaruhi kondisi tubuh, stunting juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan kesehatan penderitanya.
“Masalah stunting ini harus kita tindak lanjuti dari hulu ke hilir. Dari sebelum pasangan menikah yang mana calon pengantin harus kita berikan penyuluhan terlebih dahulu. Dan, menurut saya masalah ini juga bukan tentang Pemerintah saja namun semua pihak untuk selalu peduli terhadap masalah stunting dan memastikan para anak penderita stunting mendapatkan vitamin, juga pemenuhan gizi yang tepat,” urai Iriyanthie Budi Santoso.
Dari hasil pemetaan pihaknya, terdapat 8 Kecamatan di Lebak yang memiliki jumlah kasus stunting terbanyak yakni Kecamatan Bojongmanik, Cigemblong, Cimarga, Cijaku, Lebak Gedong, Muncang, dan Wanasalam.
Menurutnya, permasalah stunting di Kabupaten Lebak sendiri disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya yakni kurangnya sumber air minum yang memadai, dan juga sanitasi yang baik.
Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono mengatakan, untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lebak, diperlukan kesadaran semua pihak, tidak hanya oleh satu Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tapi dilakukan keroyokan oleh semua OPD.
Menurutnya Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak yang disebabkan kurang gizi kronis, namun ditengarai berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental.
“Ya, tentunya penanganannya tidak bisa diurus oleh salah satu OPD saja, harus dikeroyok bareng-bareng. OPD-OPD terkait harus bersama sama. Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.
Kata dia, Pemkab Lebak berkomitmen untuk terus menekan stunting. Sehingga, dapat terus menghasilkan anak-anak generasi penerus yang sehat, cerdas dan produktif. (nce/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
