DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar

post-img

JINAKKAN API: Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar gudang tiner di Teluknaga, kemarin.(saiful/radar banten)

TELUKNAGA--Sejumlah warga dihebohkan dengan peristiwa kebakaran gudang tiner yang beralamat Jalan Raya Tanjung Pasir, Kam­pung Kebon Jamblang, RT 04/05, Desa Pang­kalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang yang terjadi sekitar pukul 11.30 Wib, Senin (26/9).

Namun demikian, petugas Damkar butuh waktu sekitar 30 menit untuk penanganan ke­bakaran bangunan yang berbentuk rumah te­r­sebut.

”Kami turunkan 2 unit mobil pemadam ka­bakaran dan 10 personel dari pos Kosambi dan Pos Damkar Pakuhaji,” kata Abdul Munir Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ka­bupaten Tangerang, Senin (26/9).

Menurut keterangan RT setempat, gudang tiner yang terbakar baru lapor ke RT sekitar satu minggu yang lalu. ”Bangunan yang ter­bakar home industry tuner, atau rumah ting­gal,” katanya.

Untuk sementara dugaan sumber api belum diketahui, tim damkar belum berhasil minta keterangan pemilik gudang atau karyawan di­karenakan di lokasi tidak ada karyawan atau pemiliknya. Namun pada awal kejadian ke­bakaran ada beberapa karyawan mening­galkan gudang yang terbakar.

”Untuk dugaan sumber api belum diketahui begitu juga kerugiannya,” ujarnya.

Info dari warga sekitar, pada peristiwa tersebut ada salah seorang karyawan yang terbakar tangannya. Lalu dibawa oleh temanya meng­gunakan motor ke sebuah klinik untuk diobati.

Untuk bangunan sekitar tidak terkena dam­pak dikarenakan ada tembok yang mengelilingi ba­ngunan.

”Sampai saat ini petugas damkar masih proses Pendinginan, api sudah berhasil di­kuasai,” tukas Munir .

Sementara, Kepada Radar Banten Kepala Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga Ahmad Muhrim mengungkapkan, pihaknya mem­benarkan usaha penyimpanan tiner tersebut baru berada di wilayahnya sekitar satu mingguan. Karena seminggu lalu dia pe­ngusaha penyim­panan tiner tersebut me­laporkan kegiatannya kepada rukun tetangga (RT).

”Iya bang, mereka melaporkan kegiatan ke­giatan usahanya kepada RT setempat, de­­ngan berdalih penyimpanan botol saja, dan memang di kroscek ke rumah tersebut me­­mang terdapat banyak botol penambah stamina,” ujarnya.

Namun setelah itu, lanjut Ahmad Muhrim, di­rinya maupun RT tidak melakukan upaya tindak lanjut terkait laporan dan perizinan ter­sebut hingga saat ini terhadap Pemerintah Desa Pangkalan.

”Setelah ada kejadian terbakarnya tempat penyimpanan tiner tersebut tadi siang, baru kami mengetahui bahwa rumah tersebut tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan ke­­pada RT, dan sampai saat ini belum ada pe­r­izinannya,” pungkasnya.(mul/asp)