DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Kerugian Akibat Kebakaran Rp1 Miliar

post-img

MEMADAMKAN API: Petugas BPBD Pandeglang melakukan simulasi memadamkan api, Senin (26/9). (Adib/Radar Banten)

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) mencatat kasus kebakaran di Kota Badak terus bertambah. Tahun ini, sudah terjadi 20 kali kebakaran dengan total kerugian kurang lebih Rp1 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada BPBDPK Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, tahun 2019 ada 20 kasus kebakaran, pada 2020 ada sekira 30 kasus, tahun 2021 meningkat menjadi 40 kasus kebakaran. 

“Untuk tahun 2022, jumlah kasus ke­bakaran yang terdata sampai Senin (26/9) ada 20 kasus,” katanya di kantor BPBDPK Pandeglang, kemarin.

Terkait penyebab kebakaran, sebagian be­sar akibat korsleting listrik dan human error atau kesalahan manusia. Adapun total kerugian akibat kebakaran pada 2022 mencapai Rp1 miliar. 

“Mayoritas karena korsleting listrik. Tetapi kita berharap ke depan bisa terus ber­kurang, paling tidak, ya enggak terlalu banyak,” harapnya.

Endan mengaku, kerap kesulitan ketika terjadi kebakaran, terutama di wilayah se­latan. Hal itu terjadi karena kekurangan mobil damkar yang dimiliki pemerintah daerah. “Armada damkar yang ada di ki­ta baru tiga, idealnya lima mobil. Kalau hanya tiga, kita benar-benar kesulitan,” jelasnya.

Selama ini, BPBDPK tiap tahun selalu meng­usulkan penambahan armada Dam­kar. Namun usulan tersebut tidak per­nah direalisasikan. “Usulan setiap ta­hun selalu kami sampaikan, cuman eng­gak tahu kenapa setiap usulan yang kita sampaikan nggak pernah ada rea­lisasinya. Mungkin dianggap belum penting,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M Habibi Arafat mengaku akan terus mendukung usulan penambahan armada mobil Damkar. Karena untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat di 35 kecamatan. Akan tetapi, Habibi juga berharap agar BPBDPK bersabar karena Pemkab Pan­deglang mengalami keterbatasan fiskal. 

“Kita pasti akan dorong dan dukung penambahan armada pemadam ke­ba­karan. Tetapi, kalau keuangannya masih minim, kita harus sabar dulu,” tukasnya. (dib/tur)