DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Rasio Kewirausahaan Masih Rendah

post-img

SOLO - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berupaya mempercepat penumbuhan dan peningkatan rasio kewirausahaan di Indonesia yang masih rendah. Saat ini posisinya di bawah beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Peningkatan rasio kewirausahaan salah satunya melalui ajang Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri yang telah menjaring lebih dari 6.000 pendaftar. 

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemen­terian Koperasi dan UKM (Kemen­KopUKM) Siti Azizah pada Kick off Program Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri, di Solo, Minggu (25/9) menga­takan, program tersebut merupakan implementasi Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang pengem­bangan kewira­usahaan nasional dengan tujuan meningkatkan rasio kewirausa­haan 3,95 persen di tahun 2024.

“Kami percaya bahwa program ini dapat melahirkan _agent of change_ di antara generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, inovatif, memiliki keinginan untuk tumbuh secara berkelanjutan, dan mampu menciptakan lapangan kerja,” kata Siti Azizah dalam keterangan resminya, Senin (26/9).

Siti Azizah menjelaskan, saat ini pelaku usaha di Indonesia didominasi oleh usaha mikro sebesar 99 persen. Sedangkan rasio kewirausahaan Indo­nesia saat ini berkisar di angka 3,47 persen.

Rasio kewirausahaan Indonesia itu masih di bawah beberapa negara te­tangga, seperti Malaysia dan Thailand melampaui 4 persen, bahkan Singapura telah mencapai 8 persen.

“Pemerintah berupaya menambah jumlah wirausaha dan menaikkan skala pelaku usaha kecil ke usaha menengah agar struktur ekonomi menjadi lebih kuat. (bie)