DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Sudah Dikasih Enak, Malah Ngelunjak

post-img

Apa yang dialami Marno (34) nama samaran persis dengan pribahasa kacang lupa kulitnya. Setelah menikah Titi (33) bukan nama sebenarnya, dan diberi berbagai fasilitas oleh keluarga istri, Marno malah tergoda mantan kekasih, kita panggil saja Dewi (31). Rumah tangga pun berakhir perceraian, peristiwa itu terjadi tiga tahun lalu. Astaga.

Marno mengaku menyesal tak bisa menahan godaan sang mantan saat sudah memiliki Titi. Padahal, keluarga Titi sudah banyak memberikan materi untuknya seperti menyediakan rumah, mobil, bahkan pekerjaan. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (26/9) siang, Marno tampak murung duduk di sudut rumah makan nasi padang. Dari obrolan singkat saat itu, penyesalan Marno terkuak. Penasaran dengan kisahnya? Yuk simak cerita ini!

Perjumpaannya dengan Titi bermula di suatu perkumpulan organisasi kemasyarakatan. Waktu itu Marno berstatus sebagai senior dan Titi junior. Sejak itu Marno tertarik dengan Titi yang memiliki wajah cantik, berlesung pipi dan bermata sayu. "Kalau lihat dia senyum itu, lesung pipinya bikin saya deg-degan," akunya.

Diam-diam Marno mencari tahu banyak hal tentang Titi dengan menanyakan kepada temannya. Saat tahu kalau Titi anak orang berada di kampungnya, Marno semakin bersemangat mengejar cinta. Berawal dari usahanya meminta nomor telepon Titi, Marno setiap hari rutin menelepon dengan modus menanyakan kegiatan di organisasi.

Marno sebenarnya bertampang pas-pasan. Tapi karena wibawa dan sikap dewasanya sebagai senior, ia banyak disukai wanita. Apalagi saat itu Marno sudah bekerja sebagai salah satu pengurus partai politik, ia dihormati dan disegani. "Saya mah penampilan doang keren, padahal mah di rumah kekurangan. Bapak sama ibu cuma petani," curhatnya.

Sebulan lebih melakukan strategi pendekatan kepada Titi, mulai dari memberi perhatian lebih sampai rela sering pulang malam demi mengantar Titi pulang, Marno pun nekad menyatakan cinta dan diterima. Keduanya resmi pacaran dan semakin lengket.

Selama masa pacaran, Marno mengaku Titi termasuk wanita yang cemburuan. Tak bisa melihat Marno dekat dengan wanita lain meski untuk urusan organisasi, Titi pasti marah. Karena itu Titi keluar dan melarang Marno bergabung dengan temannya.

"Ya karena dilarang dan saya juga sibuk kerja, jadi jarang ngumpul," akunya.

Setahun kemudian, Titi dan Marno semakin harmonis dan sepakat menuju hubungan serius. Mereka menikah dengan pesta meriah.

Rumah tangga mereka awalnya harmonis, apalagi dengan kebaikan keluarga Titi yang menyediakan segala macam fasilitas. Tapi sayang seribu sayang, Marno lupa diri, ia merasa punya segalanya dan selingkuh.

Hubungan terlarang Marno dengan Dewi tak berlangsung karena ketahuan oleh Titi yang mengecek ponsel Marno. Karena merasa dikhianati ia pun menggugat cerai.

"Saya diusir dari rumah, keluar cuma bawa baju sama duit dua raus ribu di dompet," katanya.

Ya ampun, makanya jangan suka main api Kang. (drp)


Marno: Emang salah kita sing khilaf, saiki tinggal nerima hhukumane, pasrah baela

Titi: wis enak dialemi keluarga kiteu, malah ngelunjak