FOTO BERSAMA: Rektor Universitas Terbuka foto bersama dengan para guru dan masyarakat di Baduy Luar, kemarin.(Dok Universitas Terbuka)
LEBAK - Puluhan guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Leuwidamar mengikuti Workshop kampus mengajar yang digelar Universitas Terbuka (UT) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak. Workshop digelar di Baduy Luar, teparnya di SDN 2 Bojongmeneteng dan dihadiri langsung Rektor UT Prof Ojat Darojat.
“Kampus mengajar ini akan digelar selama tiga bulan dengan waktu pelaksanaannya sejak Agustus sampai Oktober 2022 di SDN 2 Bojong Menteng,” kata Ketua Pelaksana Ajat Sudrajat kepada Radar Banten, kemarin.
Dia mengatakan, bentuk program yang menjadi fokus, yakni melaksanakan gerakan nasional revolusi mental (GNRM) 2022 adalah gerakan Indonesia melayani dalam bentuk kampus mengajar.
Dia menjelaskan program kerja kampus mengajar ada belasan, diantaranya mengajar pada kelas rendah dan kelas tinggi, bimbingan belajar atau les, dan membuat media pembelajaran inovatif dan kreatif. Selanjutnya, pentas seni musik dan seni tari, membuat karya bimbingan teknis cara pengemasan produk lokal menjadi menarik bagi Baduy Luar.
“Semua program tersebut harus dilaksanakan mahasiswa yang melaksanakan kampus mengajar,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UT Prof Ojat Darojat menyatakan, peran Universitas Terbuka sebagai pendidikan tinggi berupaya memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat tertinggal dan terpencil. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Leuwidamar (Baduy Luar) dan sekitarnya.
“Universitas Terbuka hadir dan siap membantu pemerintah serta sebagai pelopor pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia sangat membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi, seperti warga Leuwidamar dan sekitarnya dapat berkuliah di perguruan tinggi dalam hal ini di Universitas Terbuka,” jelasnya.
Sementara itu, Usep Saeful Anwar yang mewakili PGRI mengatakan, PGRI memiliki peran dan tanggungjawab memperjuangkan anggotanya dalam melindungi hak asasi dan martabat guru khususnya dalam asfek profesi dan kesejahteraanya. Karenanya, sebagai organisasi pejuangan, kata dia, profesi dan ketenagakerjaan maka PGRI harus mampu mewujudkan kemampuannya.
“Sadar dengan kondisi ini PGRI akan terus melakukan upaya cerdas dalam peningkatan kompetensi anggotanya. Sehingga kesan yang berkembang dan memandang PGRI sebagai organisasi yang hanya menjadi alat pelindung dengan bermodalkan kekuatan massa (pressure group) tidak selamanya benar,” jelasnya.
Kepala Dindik Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, kegiatan gerakan nasional revolusi mental diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi dan kualifikasi agar sejajar dengan masyarakat lainya.
“Tentunya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan mutu pendidikan di Lebak akan terus meningkat,” tukasnya.(nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
