DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

UT Gelar Kampus Mengajar di Baduy Luar

post-img

FOTO BERSAMA: Rektor Universitas Terbuka foto bersama dengan para guru dan masyarakat di Baduy Luar, kemarin.(Dok Universitas Terbuka)

LEBAK - Puluhan guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Leuwidamar me­ngikuti Workshop kampus mengajar yang digelar Universitas Terbuka (UT) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak. Workshop digelar di Baduy Luar, teparnya di SDN 2 Bojong­me­neteng dan dihadiri langsung Rektor UT Prof Ojat Darojat.

“Kampus mengajar ini akan digelar selama tiga bulan dengan waktu pelak­sanaannya sejak Agustus sampai Ok­to­ber 2022 di SDN 2 Bojong Men­teng,” kata Ketua Pelaksana Ajat Sudra­jat kepada Radar Banten, kemarin.

Dia mengatakan, bentuk program yang menjadi fokus, yakni melak­sa­nakan gerakan nasional revolusi mental (GNRM) 2022 adalah gerakan Indonesia melayani dalam bentuk kampus mengajar.

Dia menjelaskan program kerja kam­pus mengajar ada belasan, diantaranya me­ngajar pada kelas rendah dan kelas tinggi, bimbingan belajar atau les, dan membuat media pembelajaran ino­vatif dan kreatif. Selanjutnya, pentas seni musik dan seni tari, membuat karya bim­bingan teknis cara pengemas­an pro­duk lokal menjadi menarik bagi Baduy Luar. 

“Semua program tersebut harus dilak­sanakan mahasiswa yang melak­sanakan kampus mengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UT Prof Ojat Darojat menyatakan, peran Universitas Terbuka sebagai pendidikan tinggi ber­upaya memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat tertinggal dan terpencil. Kegiatan ini dilak­sanakan di Kecamatan Leuwi­damar (Baduy Luar) dan sekitarnya.

“Universitas Terbuka hadir dan siap membantu pemerintah serta sebagai pelopor pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia sangat membuka peluang bagi masyarakat yang ingin men­da­patkan pendidikan tinggi, seperti warga Leuwidamar dan sekitarnya dapat berkuliah di perguruan tinggi dalam hal ini di Universitas Terbuka,” jelasnya.

Sementara itu, Usep Saeful Anwar yang mewakili PGRI mengatakan, PGRI memiliki peran dan tanggung­jawab memperjuangkan anggotanya dalam melindungi hak asasi dan martabat guru khususnya dalam asfek profesi dan kesejahteraanya. Karenanya, sebagai organisasi pejuangan, kata dia, profesi dan ketenagakerjaan maka PGRI harus mampu mewujudkan ke­mampuannya. 

“Sadar dengan kondisi ini PGRI akan terus melakukan upaya cerdas dalam pe­ningkatan kompetensi anggotanya. Se­hingga kesan yang berkembang dan me­mandang PGRI sebagai orga­nisasi yang hanya menjadi alat pe­lindung de­ngan bermodalkan ke­kuatan massa (pressure group) tidak selamanya benar,” jelasnya.

Kepala Dindik Lebak Wawan Rus­wandi mengatakan, kegiatan gerakan nasional revolusi mental diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kom­petensi dan kualifikasi agar sejajar de­ngan masyarakat lainya.

“Tentunya, kegiatan ini sangat ber­manfaat dan mutu pendidikan di Lebak akan terus meningkat,” tukasnya.(nce/tur)