DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

100 Ekor Kerbau Divaksin PMK

post-img

PANDEGLANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap 100 ekor Kerbau di Kecamatan Saketi dan Cisata. Program tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran PMK di Kota Badak.

Bupati Irna Narulita mengatakan, vaksinasi PMK dilakukan pada hewan kerbau yang sehat. Vaksinasi hanya dilakukan terhadap 100 ekor kerbau karena dosis yang diterima Pandeglang dari Provinsi Banten hanya 100 dosis vaksin PMK.

"Saketi dan Cisata merupakan sentra ternak kerbau. Semoga dengan vaskinasi ini, Pandeglang bisa terbebas dari virus PMK," katanya kepada Radar Banten di lokasi vaksinasi PMK di Desa Langensari, Kecamatan Saketi, Senin (27/6).

Dijelaskannya, di Pandeglang ada 28 ekor kerbau yang terjangkit PMK. Dari puluhan ekor tersebut, delapan ekor dinyatakan sudah sembuh, sedangkan sisanya 20 ekor masih menjalani karantina. 

"Kita doakan PMK ini segera selesai dan para peternak bisa mendulang rezeki pada hari Raya Idul Adha," ujarnya. 

Irna menegaskan, masyarakat dan pengusaha ternak harus diedukasi jangan sampai menjual ternak yang terjangkit PMK. Hal itu akan mempercepat penularan kepada ternak yang lain. 

"Jangan merasa kalau PMK itu aib. Jika memang ada yang terjangkit maka kami segera datang untuk mengobatinya," tegasnya. 

Irna mengungkapkan, masyarakat harus tahu PMK merebak di berbagai daerah di Indonesia. "Kami bekerja sama dengan Kementan memastikan hewan kurban diperjualbelikan dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, kami lakukan vaksinasi serentak untuk mencegah PMK," jelasnya. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Budi Suherdiman Januari mengungkapkan, vaksinasi terhadap hewan kerbau yang sehat ini sesuai arahan dari Presiden, bahwa penanganan PMK itu sama halnya penanganan Covid -19."Langkahnya vaksinasi terhadap ternak sehat. Pandeglang mendapatkan 100 dosis vaksin PMK," ungkapnya. 

Jumlah hewan ternak rentan terkena PMK kurang lebih sebanyak 13.400 ekor kerbau, Sapi 926 ekor, Kambing dan Domba 440.000 ekor. Sedangkan yang terkena wabah sebanyak 28 ekor. 

"Tapi sebanyak 8 ekor dinyatakan sudah sembuh dan 20 ekor dalam masa pemulihan sudah 70-80 persen menjelang sehat. Walaupun ada yang terjangkit tapi di Pandeglang maupun di Provinsi Banten tidak ada yang mati karena PMK," ujarnya. 

Budi menuturkan, penyakit PMK ini belum ada obatnya. Tetapi bisa disembuhkan dengan isoman serta pengobatan alternatif dan pemberian obat. 

"Kalau ada yang terjangkit maka segera diisolasi dan diobati. Ditingkatkan daya imunnya agar hewan ternak kembali sehat," tukasnya.(mg-01/tur)