EKONOMI: Penjabat Gubernur Al Muktabar saat memaparkan soal investasi dalam acara seminar di Untirta, Senin (27/6). (saprol/radar banten)
Al Muktabar: Untuk Kesejahteraan Masyarakat
SERANG - Pemprov Banten mendorong investasi untuk kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan jumlah lapangan kerja sekaligus menurunkan angka kemiskinan di Banten.
Hal itu terungkap dalam Seminar On Sustainable Economy: Accelerating Investment On Green Industry And Implementation Of Local Currency Settlement (LCS) For Sustainable Economic Growth, di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus Baru Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Senin (27/6).
Seminar ekonomi Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar menjadi pembicara utama (keynote speaker).
Dalam paparannya Al Muktabar mengungkapkan, ada dua kebijakan utama Pemprov Banten terkait investasi di tanah jawara yang telah menjadi tujuan investasi di Indonesia.
“Dua kebijakan itu adalah mempertahankan yang sudah ada, dan membuka investasi sebesar-besarnya. Dengan kebijakan ini, maka investasi yang masuk ke Banten menjadi modal utama untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Al Muktabar.
Ia melanjutkan dalam lima tahun terakhir banyak realisasi investasi di Provinsi Banten yang menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten.
“Banyak capaian investasi di Provinsi Banten, paling tidak kini Banten telah sejajar dengan provinsi yang lain, menjadi daerah tujuan investasi yang cukup baik atau menjanjikan di Indonesia,” tuturnya.
Masih dikatakan Al Muktabar, di Provinsi Banten saat ini ada 14 kawasan industri yang diisi oleh 4000 lebih industri besar dan menengah. Bila ditambah dengan UMKM bisa mencapai puluhan ribu pelaku usaha. Itu semua menjadi modal untuk pemulihan ekonomi Provinsi Banten dan Indonesia pada umumnya.
“Makanya dua strategi kebijakan investasi Pemprov Banten harus benar-benar diimplementasikan, sehingga kita tidak hanya memelihara industri yang ada agar tidak meninggalkan Provinsi Banten, kemudian mengundang investor sebanyak-banyak untuk datang ke Banten,” bebernya.
Bagi Al Muktabar, investasi adalah soal keyakinan, dalam hal ini yakin mendapat keuntungan. Oleh karena itu, pemprov berusaha merawat investasi yang sudah ada untuk mendapatkan nilai ekonomi tinggi dengan memberikan pelayanan yang terus diperbaiki. Sehingga, pengusaha merasa nyaman melakukan aktivitas perekonomian di Provinsi Banten.
“Kewajiban kita bersama meneguhkan kontrol publik terhadap birokrasi dan agenda ekonomi. Bila tidak mendapatkan kontrol yang baik bisa menghasilkan kurang berkeadilan bahkan tidak berkeadilan. Dengan saling mengontrol kita on the track pada tujuan bersama,” tegasnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (green economy), Al menegaskan itu semua membutuhkan kearifan semua pihak untuk bersahabat dengan alam. Dalam rangka menyongsong ekonomi hijau ini, pemanfaatan digitalisasi harus cukup baik agar terjadi efisiensi yang cukup baik. Bisa dikembangkan menjadi mudah, murah, dan cepat.
“Kita harus sekuat-kuatnya memanfaatkan potensi kita. Saat ini kondisinya terus membaik. Ekonomi digital di Banten yang sudah cukup baik baru di Tangerang, tantangan kita adalah mengembangkan ekonomi digital disemua daerah,” ulas Al.
Diakhir paparannya, Al Muktabar mengungkapkan peluang terhadap amanat pembelanjaan APBD sebesar 40 persen untuk produk dalam negeri, khususnya produk lokal. Hal itu telah ditindaklanjuti dengan membuat katalog lokal dan mengembangkan toko daring (market place) yang saat ini sudah menampung 200 ribu pelaku UMKM di Banten.
”Saya berharap dari seminar ini ada hal-hal yang realistik dan faktual untuk kita laksanakan. Rumuskan betul secara realistik dan kurangi teoritik. Tidak ada alasan bagi Banten untuk tidak menjadi lebih baik di masa depan,” pungkas Al.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Imaduddin Sahabat yang menjadi narasumber seminar mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada perkembangan ekonomi global. Akibatnya saat ini beberapa negara membatasi pasokan barang sehingga memicu inflasi.
Kendati begitu, lanjut Imaduddin, perekonomian Provinsi Banten pada Triwulan I Tahun 2022 tumbuh sebesar 4,9 persen. Realisasi investasi asing (PMA) berada di peringkat 6 Nasional dengan nilai sekitar $712 USD. Sedangkan realisasi investasi dalam negeri (PMDN) berada di peringkat 7 Nasional dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
“Provinsi Banten berpotensi menjadi basis green economy Indonesia, apalagi ditunjang dengan kebijakan pemprov yang pro terhadap investasi,” katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi sekarang ini hampir ditentukan 50 persen oleh konsumsi rumah tangga, sehingga didorong masyarakat agar ada transaksi dengan baik. Selain itu juga didorong peningkatan UMKM agar tumbuh di masyarakat. Sebab, ekonomi tumbuh karena adanya UMKM.
“Apalagi saat ini penjualan online UMKM tertinggi di Indonesia sementara penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Banten menempati peringkat kedua setelah DKI Jakarta,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Program Studi Akuntansi FEB Untirta Ahmadi mendukung kebijakan pemprov untuk mengembangkan perekonomian berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi hendaknya mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
“Dengan ekonomi hijau, Banten menjadi provinsi yang ramah terhadap investasi,” katanya. Ia melanjutkan, hampir 90 persen industri di Indonesia masih tergantung impor bahan baku dan tersandera mata uang asing untuk pembayarannya. (den/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
