DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Penyandang Disabilitas dan Gepeng Dibekali Keahlian

post-img

IKUTI PELATIHAN: Penyandang disbilitas dan gepeng mengikuti pelatihan di UPT PSRTS Dinsos Banten di Pasirona, Rangkasbitung, kemarin.(Nurabidin/Radar Banten)

LEBAK - Puluhan penyandang di­sa­bilitas dan dan pengemis (Gembel) di Banten dibekali keahlian oleh Dinas So­sial (Dinsos) Banten. Keahlian yang diberikan kepada puluhan penyandang disabiltas dan gepeng berupa pelatihan men­jahit, servis telepon selulerm, dan perbengkelan.

“Intinya pelatihan untuk penyandang disabiltas dan gepeng ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian so­sial. Selepas dari sini (pelatihan), mereka dapat mandiri dengan keteram­p­ilan yang dimilikinya,” kata Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma saat me­nin­jau pelatihan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial (PSRTS) Dinsos Banten di Jalan Siliwangi di Pasirona, Rang­kas­bitung, Senin (27/6).

Budi mengatakan, untuk 20 orang pe­nyandang disabilitas dibekali keah­lian menjahit yang berasal dari ka­bu­paten kota di Banten. Sedangkan untuk gepeng 30 orang dibekali keah­lian service telepon seluler dan per­beng­kelan.

“Setelah mengikuti pelatihan ini me­reka juga nantinya diberikan per­latan, seperti mesin jahit dan per­bengekelan. Mereka selama 23 hari di­gembleng untuk memiliki keteram­pilan di sini,” ujarnya.

Dia berharap, ke depan angggaran untuk pelatihan terhadap gepeng mau­pun disabilitas ditingkatkan. Se­hingga mereka dapat hidup layak dengan keahlian yang dimiliki.

“Tentunya, peralatan yang nanti dibe­rikan jangan sampai dijual. Kepada anjal juga diharapkan tidak lagi nong­krong di jalan. Tapi diisi dengan ke­giatan positif yang produktif dengan keah­lian yang telah dimiliki,” harapnya.

Selain dibekali keterampilan, kata Budi, puluhan anjal dan gepeng juga se­lama mengikuti pelatihan diberi pem­binaan mental, sehingga setelah dari PSRTS ini dapat menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

Sementara itu, Nazar, salah seorang anjal dari Kabupaten Serang mengaku senang selama mengikuti pelatihan ke­terampilan service telepon seluler ter­sebut.

“Saya tak akan nongkrong di jalan lagi. Setelah memiliki keterampilan ser­vice telepon seluler ini saya akan bu­ka praktek untuk dapat memenuhi ke­butuhan hidup sehari-hari,” tukasnya.(nce/tur)