DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Raup Puluhan Juta Rupiah dari Domba Garut

post-img

Kisah Peternak Sukses di Pandeglang

PANDEGLANG - Entang Mulyana, warga Kampung Cicadas, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sukses berternak domba Garut dengan omset bulanan mencapai Rp45 juta. Omzet tersebut dia dapat dari hasil penjualan 15 ekor per bulan dengan harga per ekornya Rp3 juta.

Entang mengatakan, beternak domba ini bermula dari hobi yang dia lihat bisa jadi peluang yang menghasilkan.

"Dulu hobi saya ikut kontes Domba Garut. Awalnya di rumah pelihara tiga ekor," katanya kepada Radar Ban­ten di Peternakan Padepokan Aki di Kampung Cicadas, Senin (27/6).

Dia mulai memelihara dan mengikuti kontes domba pada 2009. Domba yang dipelihara semuanya jantan ka­rena memang dipersiapkan buat kontes saja. 

"Kemudian memasuki tahun 2011, saya mulai merasakan berat mem­berikan pakannya. Lalu terbesit untuk me­mulai usaha ternak dengan mem­beli betina," katanya. 

Setahun kemudian, Domba yang dipelihara beranak-pinak. Hingga populasinya terus bertambah banyak. Saat ini jumlah domba Garut yang dia pelihara kurang lebih 100 ekor. Dengan harga bervariasi dari mulai Rp5 juta sampai Rp25 juta.

Harga Domba bergantung dari kebu­tuhannya. Jika buat qurban, akikah atau selametan, kata dia, harganya mengikuti pasar.

"Sedangkan kalau untuk aduan atau kontes itu bisa Rp10 juta sampai Rp25 juta. Kalau selain untuk kontes dikena­kan harga Rp5- Rp6 juta," katanya.

Entang mengungkapkan, dirinya menekuni ternak Domba Garut, selain menyalurkan hobi juga karena me­ngun­tung­kan. Domba Garut dari segi postur tubuh, kata dia, juga besar sehingga harganya lebih tinggi diban­ding domba biasa.

"Kemudian kalau dihitung dari biaya perawatan juga sama. Jadi saya lebih kepincut melihara Domba Garut ketimbang yang lokal, kalau dijual juga lebih cepat laku," katanya.

Keuntungan lainnya dari memelihara Domba Garut adalah karena bisa dikonteskan, sehingga harganya semakin melambung tinggi jika pembelinya dari kalangan peminat kontes.

Entang mengaku, setiap bulan dirinya dapat menjual sebanyak 15 ekor kambing. Dengan harga jual kalau dirata-ratakan Rp3 juta maka satu bulan Rp45 juta. "Alhamdulilah dari penghasilan pen­jualan bisa untuk keluarga dan juga membayar upah pekerja. Saat ini ada empat karyawan yang mem­bantu menjalankan usaha ternaknya," katanya.

Selain mempekerjakan empat orang karyawan, dirinya juga turut membantu menjualkan domba atau kambing dipelihara oleh tetangganya. Ada yang menitipkan sebanyak 15 ekor, ada yang 10 ekor dan 5 ekor. (mg-01/tur)