DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Uang Beredar pada Mei Tumbuh Positif

post-img

JAKARTA - Bank Indonesia menye­but likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2022 tetap tumbuh positif. 

Posisi M2 pada Mei 2022 tercatat sebesar Rp7.854,8 triliun atau tumbuh 12,1 persen (yoy), tetap kuat dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2022 yang tercatat sebesar 13,6 persen (yoy). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 18,4 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,6% (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan, pertumbuhan M2 pada Mei 2022 terutama dipengaruhi oleh perkembangan ekspansi ke­uangan pemerintah serta pe­nyaluran kredit yang tidak setinggi bulan sebelumnya. 

“Ekspansi keuangan Pemerintah tercatat melambat, tercermin dari tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang tumbuh 3,8 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2022 sebesar 22,3 persen (yoy),” ungkap Erwin dalam keterangan resminya, Senin (27/6). 

Hal itu, lanjut dia, disebabkan oleh naiknya kewajiban kepada Pemerintah Pusat (Pempus) sebesar 9,8 persen (yoy), terutama berupa simpanan Pempus pada sistem moneter. 

Sementara itu, penyaluran kredit pada Mei 2022 tumbuh 8,7 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,9 persen (yoy). Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih terkontraksi 2,9 persen (yoy), membaik dibanding­kan dengan kontraksi 4,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. 

Sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2022 tercatat Rp7.266,8 triliun, atau tumbuh 10,1 persen (yoy), melambat diban­dingkan bulan sebelumnya (10,3 persen, yoy). 

Perkembangan DPK terutama di­sebabkan oleh perlambatan tabungan dan simpanan berjangka. Berdasarkan golongan nasabah, perlambatan tabu­ngan serta simpanan berjangka terjadi baik pada golongan nasabah perorangan maupun korporasi.

Pada Mei 2022, tabungan tercatat tumbuh 13,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelum­nya sebesar 15,7 persen (yoy), ter­utama di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sementara itu, simpanan berjangka mengalami kontraksi sebesar 0,4 persen (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan positif 0,9% (yoy) pada bulan sebelumnya, terutama pada bank yang berlokasi di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Di sisi lain, pertumbuhan giro me­ningkat dari 18,6 persen (yoy) pada April 2022 menjadi 23,6 persen (yoy) pada bulan laporan, baik pada giro rupiah maupun valas. (bie)