PANDEGLANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat 18 warga terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Juni 2022. Dinkes mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Pandeglang Samsudin mengatakan, beberapa bulan lalu kasus DBD mengalami kenaikan di Pandeglang.
"Angka kesakitan akibat nyamuk Aides Aigipty ini naiknya di bulan Juni. Ada sebanyak 18 kasus DBD di Kota Badak," katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (27/7). Menurutnya, kasus DBD di Pandeglang dapat tertangani secara baik. Semua pasien sudah dinyatakan sembuh.
"Tidak sampai ada yang meninggal dunia. Adapun sebagai pencegahan Dinkes bersama Pusat Kesehatan Masyarakat, lintas sektoral, dan masyarakat bergerak cepat membasmi DBD dengan giat PSN (pembasmian sarang nyamuk) dan 3 M (Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis agar tidak menjadi sarang nyamuk)," katanya.
Dalam 3M Plus dimaksudkan adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk. Terpenting masyarakat harus bergotong-royong membersihkan lingkungan.
"Dinas Kesehatan juga gencar mengedukasi masyarakat melalui media spanduk dan poster berisi informasi tentang 3M plus dan PSN. Sebagai cara utama untuk mencegah DBD dengan pemeriksaan jentik nyamuk Aedes Aigipty," jelasnya.
Kata Samsudin, DBD merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan itu dapat terjadi karena lingkungan yang kurang bersih. Oleh karena itu mari lakukan PSN dan 3M Plus.
"Alhamdulillah untuk bulan Juli ini belum ditemukan kasus DBD. Artinya masyarakat di Pandeglang mulai paham bahwa gerakan PSN dan 3M Plus dilingkungan masyarakat lebih efektif dan tidak memerlukan biaya di bandingkan harus fogging. Karena fogging bukan proses pencegahan yg efektif," katanya.
Kepala Dinkes Kabupaten Raden Dewi setiani, mengatakan Kegiatan PSN dan 3M Plus dilakukan secara serentak oleh 36 Puskesmas bersama-sama masyarakat sejak 13 Juni 2022.
"Upaya itu diharapkan mampu berkontribusi dalam mencegah terjadinya kasus DBD di wilayah Pandeglang. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak membiarkan adanya genangan air, tidak membuang sampah sembarangan agar kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga dengan baik," katanya.(mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
