DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Desa Wisata Minta Diprioritaskan

post-img

SERANG - Para pengelola desa wisata di Kabupaten Serang meminta Pemkab Serang untuk memprioritaskan pem­bangunan di desanya. Itu untuk menunjang sarana dan prasarana serta perkembangan infrastruktur.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdar­wis) Kabupaten Serang Ojat Darojat mengatakan, geliat desa wisata di Kabu­paten Serang saat ini sudah bagus. Ini dibuktikan dengan banyaknya desa wisata yang bermunculan.

"Sebelum tahun 2022 itu hanya ada 10 desa wisata, sekarang sudah ada 25 desa wisata," kata Ojat yang juga sebagai pe­ngelola Desa Wisata Cikolelet, Keca­matan Cinangka usai Forum Group Discussion (FGD) Pokdarwis di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Rabu (27/7).

Ojat mengatakan, geliat desa wisata ini harus disambut baik oleh semua pihak. Terutama, Pemkab Serang yang di dalam­nya banyak organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, untuk mengembangkan desa wisata tidak hanya dilakukan oleh Dis­porapar saja. Akan tetapi, juga melibat­kan OPD lainnya. 

"Seperti infrastruktur jalan, penerang jalan umum, pengembangan ekonomi kreatif, itu melibatkan dinas lainnya," ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap semua OPD dapat berkontribusi dalam pengem­bangan desa wisata. "Disporapar juga harus dapat meyakinkan OPD lainnya untuk ikut serta mengembangkan inovasi desa wisata," ucapnya.

Menurutnya, pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya untuk meningkat­kan indeks desa membangun (IDM). Sehingga, menjadi gerbang utama untuk kemandirian desa.

Pengembangan desa wisata, kata Ojat, seiring dengan misi pembangunan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. "Ibu bupati kan sudah membangun ratusan kilometer jalan, sekarang fokus pada pemberdayaan masyarakat, melalui desa wisata inilah salah satu caranya," ucapnya.

Karena itu, pihaknya meminta OPD di Pemkab Serang untuk memprioritaskan agenda pembangunan di desa wisata. "Karena kalau kita hanya mengandalkan dana desa, sulit untuk berkembang, maka butuh sentuhan dari OPD," ujarnya.

Menurutnya, desa wisata yang muncul ini sudah memiliki berbagai inovasi. Karena itu, sudah seharusnya inovasi itu didukung penuh dengan mempiroritaskan pembangunan di desa wisata.

Senada disampaikan Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir M Aopidi. Menurutnya, interpensi OPD dalam pengembangan desa wisata belum dilakukan secara maksimal.

Ia mengatakan, pengembangan desa wisata sangat berkaitan dengan kondisi infrastruktur. Sementara, di desanya masih banyak infrasturktur yang harus dibenahi.

"Untuk menggunakan dana desa, kita belum bisa fokus pada desa wisata, karena persoalan jalan rusak saja di desa kami belum selesai," katanya.

Karena itu, pihaknya berharap Pemkab Serang dapat ikut serta dalam pemba­ngunan desa wisata. Seperti pembangunan jalan rusak dan pemasangan penerang jalan umum (PJU). 

"Jalan rusak di desa kami masih banyak, kemudian kondisinya juga gelap, ini butuh sentuhan dari OPD," ujar Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Petir ini.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasada mengatakan, peran OPD lain memang sangat diperlukan dalam melakukan pengembangan desa wisata.

Anas mengaku akan terus bersinergi dengan OPD lainnya untuk mendukung pengembangan desa wisata. "Ini memang bukan hanya tugas Disporapar saja, OPD lain juga harus punya andil, seperti untuk infrastrukturnya, UMKM, SDM nya," katanya.

Saat ini, kata Anas, desa wisata di Kabupaten Serang masih berstatus desa wisata rintisan. Pihaknya mengaku sedang berupaya untuk meningkatkan statusnya menjadi desa wisata berkembang. (jek)