DECEMBER 9, 2022
Utama

Pemprov Siapkan Lahan Rest Area Merak

post-img

PELABUHAN: Foto udara kawasan Pelabuhan Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Juni lalu. (DOKUMEN)

PEMPROV Banten sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan rest area sebelum Gerbang Tol Merak. Lahan yang sedang dipersiapkan itu memiliki luas hampir lima hektare. 

Penjabat Sekda Banten Moch Tranggono me­nga­takan, pembangunan rest area itu karena imbas dari pengalaman Idul Fitri kemarin.

 “Nah kita antisipasi ini dulu,” ujar Tranggono melalui telepon seluler, kemarin.

Kata dia, tahun ini akan dibuat feasi­bility study (FS) dan dokumen peren­ca­naan pengadaan lahan (DPPT). Di­harapkan, di tahun ini juga Pemprov bisa bayarkan lahan yang akan diguna­kan untuk rest area Merak itu. Sebagai upaya percepatan, lahan yang akan di­bebaskan yakni kurang dari lima hektare agar tak perlu melakukan pe­netapan lokasi.

Sedangkan tahun depan akan dila­ku­kan pengerasan lahan, sehingga da­pat digunakan untuk parkir kendaraan, se­belum dibangun rest area. “Karena saat libur Natal dan Tahun Baru nanti be­lum siap, maka kami akan antisipasi buffer di tiga gerbang tol. Kerja sama de­ngan Polantas, ASDP, dan MMS de­ngan menyaring di jalan. Yang dipastikan (sudah memiliki tiket kapal-red) yang masuk di sana (Pelabuhan Merak-red),” te­rangnya.

Apabila tahun depan sudah dilakukan pe­ngerasan lahan maka Tranggono meng­ungkapkan lahan itu dapat di­gu­nakan untuk parkir kendaraan yang me­nuju ke Pelabuhan Merak agar tak terjadi penumpukan. “Belum (rest area-red). Baru untuk parkir saja. Ada tem­pat wisatanya juga. Danau,” ujar mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten ini. 

Bahkan, ia mengatakan, untuk jangka panjangnya, pihaknya mencoba me­ningkatkan pertumbuhan di wilayah barat Banten. “Kita berpikir ada dis­paritas timur dan barat Banten. Di Ti­mur, kontribusi pajak kendaraan ber­motor tinggi, sekitar 70 persen PAD di Tangerang Raya,” ungkapnya. Untuk itu, Pemprov mencoba bangkitan baru di wilayah barat dengan lebih meng­hi­dupkan wilayah Merak, dengan me­ngem­bangkan kawasan wisata dan transportasi.

Penjabat Gubernur Banten, Al Mukta­bar mengatakan, pihaknya ingin meng­op­timalkan aset milik Pemprov di Pe­labuhan Merak. Salah satunya adalah de­ngan membangun sebuah rest area di fasilitas penyeberangan tersebut.

“Sebenarnya bagian dari ikhtiar kita menjawab bahwa bila pandemi Covid-19 ini melandai maka peristiwa Jawa-Su­matera akan handicap di sana,” ujarnya. Dengan melandainya Covid-19, maka aktivitas akan kembali padat sehingga perlu ada antisipasi. Adapun rencana pem­bangunan rest area tersebut dimak­sudkan untuk penyediaan kantong par­kir yang diharapkan menjadi solusi pe­num­pukkan kendaraan meski tidak sem­purna.

Kata dia, pihaknya akan meng­op­ti­malkan sebagai upaya paling untuk mem­­berikan tempat bagi masyarakat untuk beristirahat sebelum menyeberang ada tempat mereka beristirahat. “Mung­kin nanti cita-cita besarnya bisa bagian ticketing di sana, jadi yang masuk itu sudah benar-benar sempurna,” terang Al.

Ia kembali menegaskan, solusi yang di­ta­warkannya itu mungkin tidak menye­luruh atau sempurna. Akan tetapi paling tidak pihaknya telah memberi pikiran untuk solusinya dan membuktikan komitmen jika pemerintah daerah atau baik kabupaten/kota hadir di tengah masya­rakat.

 “Baik kabupaten/kota, dalam hal ini Kota Cilegon dan provinsi itu hadir da­lam hal itu. Mungkin tidak begitu sem­purna karena aset terbatas tetapi kita ingin ada solusi dulu. Sekecil apapun itu ada solusi,” ungkapnya.

Selain rest area, pihaknya juga sedang mem­pelajari kemungkinan pintu Tol Merak diperpanjang hingga sampai Pe­labuhan Merak.Hal itu diyakini bisa men­jadi solusi memperlancar arus lalu lintas aktivitas penyeberangan. “Itu akan mempercepat arus ke kapal. Mung­kin akan terjadi efisiensi waktu pe­nye­berangan karena proses muatnya bi­sa dipersingkat,” tutur Al. (nna/air)