DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Penyandang Tunanetra Belajar Al-Qur’an Braille

post-img

LEBAK - Sebanyak 20 orang penyandang tunanetra mengikuti Training of Trainer (TOT) membaca Al-Qur’an Braille di Masjid Agung Al-A’raf Rangkasbitung, Ra­bu (27/7). TOT digelar Yayasan Amirul Ummah yang berasal di Jakarta.

Penyandang tuna netra awalnya diper­kenalkan dengan Al-Qur’an jenis Braille terlebih dahulu dan selanjutnya diajari cara membacanya.

Salah seorang pengajar, Furqon Hidayat mengatakan, untuk membaca Al-Qur’an ini para peserta harus memahami terlebih dahulu konstruksi titik-titik dari huruf braille.

“Pertama-tama kita kenalkan dulu ke­pada para peserta tentang Al-Qur’am dan huruf braille, setelah itu baru kita ajari huruf hijaiyah, tanda baca dan mem­buat kalimat sederhana,” kata Furqon saat ditemui di Masjid Agung Al-Araf Rangkasbitung.

Furqon yang merupakan penyandang tunanetra ini mengaku sudah belajar Al-Quran Braille sejak 1997. Untuk me­nguasai Al-Qur’an ini dibutuhkan ke­mampuan jari jemari seseorang dalam mendeteksi konstruksi titik-titik Braille.

“Memang awalnya cukup sulit dan normalnya dibutuhkan waktu satu minggu untuk mempelajari Braille ini,” ujarnya.

Kini, Furqon melalui yayasan yang me­naunginya sudah menerbitkan berbagai buku tentang Braille dan mengajari ratusan anak di berbagai daerah, dari ujung kepulauan Aceh hingga Jabodetabek.

Sementara itu, Saskia (16), remaja tuna­netra asal Kecamatan Maja yang mengikuti pembelajaran membaca Braille mengaku antusias ketika mendapatkan informasi terkait pelatihan ini. Karena, dirinya yang sudah kehilangan indra penglihatan sejak umur 8 tahun akibat penyakit yang dideritanya mempunyai cita-cita menjadi ustadzah.

“Senang Pak bisa belajar baca Al-Qur’an, karena saya sendiri ingin jadi ustadzah dan guru,” tukasnya. (mg-02/tur)