DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Ruang Belajar SDN Muncangkopong Rusak

post-img

RUSAK BERAT: Kondisi gedung SDN 3 Muncangkopong di Kecamatan Cikulur rusak berat dan membahayakan keselamatan para siswa, kemarin. (Yusuf/Radar Banten)

LEBAK - Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Muncangkopong di Desa Mun­cangkopong, Kecamatan Cikulur, kondisinya rusak berat. Dinding bangunan retak-retak dan atapnya sudah ambruk, tidak bisa digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala SDN 3 Muncangkopong Mujan mengatakan, ruang kelas tersebut sudah berusia 15 tahun. Selama belasan tahun gedung tersebut tidak pernah tersentuh anggaran perbaikan dari pemerintah daerah.

“Bangunan ini sudah berusia 15 tahun dan mulai rusak pada 2015. Bangunan ini tidak pernah diperbaiki hingga saat ini,” kata Mujan kepada wartawan saat ditemui di halaman sekolah, Rabu (27/7).

Dijelaskannya, kerusakan semakin pa­rah pada 2019, karena atap bangunan mu­lai keropos dan ambruk. Sehingga, pihak sekolah memutuskan untuk tidak menggunakan dua ruang kelas untuk pelaksanan kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, karena keterbatasan rua­ngan yang dimiliki, ruang guru pada ba­ngunan tersebut tetap digunakan. Wa­laupun kondisinya membahayakan keselamatan para guru dan staf sekolah. 

“Sebetulnya kita juga sangat khawatir tapi mau bagaimana lagi. Kita nggak ada rua­ngan lagi untuk para guru. Kalau da­lam kondisi hujan sudah pasti air masuk karena bagian atap bocor. Nah pada saat itu, para guru juga mengungsi,” jelasnya.

Ia menerangkan, sekolahnya kini hanya memiliki tiga ruang kelas yang masih layak digunakan untuk pelaksanaan KBM. Ketiga ruangan itu tentunya tidak bisa menampung siswa-siswinya yang ber­jum­lah 216 orang. 

Untuk itu, pihak sekolah pun terpaksa menerapkan sistem KBM secara bergilir pada pagi dan siang hari. “Jadi, untuk se­mentara siswa belajar bergantian ada yang masuknya pagi dan ada yang ma­suknya siang,” ucapnya.

Mujan mengaku sudah melaporkan kon­disi sekolahnya kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.

“Kita sudah ajukan pada 2021. Tapi hingga kini belum ada kelanjutan dari Dinas Pendidikan. Kita hanya berharap, pihak Dinas bisa membantu memperbaiki sekolah yang menampung ratusan anak Cikulur,” harapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pen­didikan Lebak Wawan Ruswandi me­ngatakan, pihaknya sudah memasukan SDN 3 Muncangkopong ke dalam Dapodik dan perbaikan bangunan sekolah diren­ca­nakan akan dilakukan pada 2023.

“Awalnya data pada Dapodik nggak se­suai. Tapi sudah dibetulkan untuk diper­baiki pada 2023. Jadi sekolah ini akan menjadi prioritas rehab,” pungkasnya. (mg-02-nce/tur)