Bangli Hambat Pekerjaan Rehabilitasi Saluran Induk Cisadane Barat
- by Redaksi
- Sep 28,2022
BANGUNAN LIAR: Sejumlah pekerja melakukan pekerjaan rehabilitasi saluran induk dan sekunder Cisadane Barat, kemarin. (Mulyadi/radar banten)
RAJEG--Kegiatan rehabilitasi saluran induk dan sekunder Cisadane Barat sepanjang 6,7 KM senilai Rp52 Miliar terganjal bangunan liar (Bangli) di sepanjang garis sempadan saluran tersebut.
Pelaksana Rehabilitasi Saluran Induk dan Sekunder Cisadane Barat dari PT Tirta Restu Ayunda, Romi Mulyana mengaku kesulitan untuk mengerjakan proyek tersebut. Apalagi jika menggunakan alat berat.
Pasalnya terdapat bangunan liar di sepanjang jalur pekerjaan, yaitu di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang dan di jalur yang berada di Kecamatan Priuk Kota Tangerang.
“Untuk di wilayah Kecamatan Priuk, kami mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan, karena banyak bangunan liar yang berupa warung berderet di garis sempadan sungai tersebut, yaitu dekat salah satu pabrik merk handphone ternama,” ucapnya, Selasa (27/9).
Dia mengungkapkan, dalam penanganan bangunan liar tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat, yaitu Kelurahan Priuk Jaya. Namun pihak kelurahan mempersilakan ditertibkan.
“Dengan adanya bangunan liar yang berdiri di wilayah kerja kami, otomatis itu akan mempersulit kerja kami dalam melakukan rehabilitasi,”ujarnya.
Dirinya menambahkan, terdapat juga bangunan liar yang berada di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, termasuk ada salah satu dapur rumah bangunan liar yang berdiri di atas saluran yang akan di rehabilitasi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan atau desa yang wilayah salurannya kami perbaiki. Namun pihak kelurahan memerintahkan kami untuk koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang maupun Kota Tangerang untuk segera dilakukan pembongkaran,” jelasnya.
Dirinya juga telah melakukan upaya koordinasi dengan penghuni bangunan liar, supaya ketika pihaknya sedang melakukan pekerjaan agar warung-warung tersebut ditutup sementara.
“Untuk saat ini, agar pekerjaan selesai tepat waktu, kami sedang mengebut pekerjaan normalisasi tersebut, yang saat ini alhamdulilah pekerjaan secara keseluruhan sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya.
Lebih jauh Romi mengatakan, pekerjaan normalisasi ini yang menjadi penghambat juga dari faktor alam, yaitu hujan. Karena dengan turunnya hujan pekerjaan akan memakan waktu lama.
“Faktor cuaca sangat mempengaruhi pekerjaan normalisasi, namun demikian kami optimis pekerjaan ini akan selesai tepat waktu di akhir tahun ini,” pungkasnya.
Sementara, Penggiat Lingkungan Nirwan Rosidin (48) mengaku sangat mengapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) yang telah merehabilitasi saluran induk dan sekunder Cisadane Barat. Namun demikian harus ada komunikasi yang cakap antara pihak balai, pemerintah Kabupaten Tangerang, dan pemerintahan desa maupun kelurahan.
“Nah komunikasi ini agar pembangunan rehabilitasi saluran induk Cisadane hingga ke saluran terkecil bisa sejalan dan terarah. Sehingga wewenang untuk perbaikan bisa berjalan dengan baik,” singkatnya. (mul/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
