DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Kerugian Akibat Kebakaran Rp5,1 Miliar

post-img

MOBIL DAMDAR: Satu unit mobil Damkar stand by di kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, kemarin.(Nce/Radar Banten)


LEBAK - Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak mengimbau ke­pada masyarakat mewaspadai an­caman keba­karan. Hingga September 2022, sedikitnya 49 rumah terbakar dan satu orang me­ninggal dunia dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp5,1 miliar lebih. 

Kepala Bidang Damkar Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dam­­kar Kabupaten Lebak Iwan Dar­mawan menga­takan, dari 49 kasus ke­ba­karan di Lebak ter­dapat 27 kasus yang tidak ter­tangani. Pe­nyebabnya ka­­rena korban tidak melaporkan ke­jadian ke­­bakaran kepada petugas Damkar di Rang­kasbitung atau Malingping.

“Ya, ada 49 kasus kebakaran di Lebak se­panjang tahun ini, 22 dapat tertangani dan 27 kasus kebakaran tidak tertangani. Kebanyakan karena tidak melapor,” kata Iwan kepada Radar Banten, Selasa (27/9).

Musibah kebakaran yang terjadi ter­sebut mengakibatkan bangunan rusak berat, sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk tempat tinggal. Kondisi tersebut tentu saja cukup memprihatinkan, ka­rena para pemilik rumah harus mengung­si ke rumah kerabat­nya untuk sementara waktu.

“Dari data yang kami miliki, kerugian yang muncul akibat peristiwa kebakaran mencapai Rp 5,1 miliar lebih,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hasil investigasi petugas pemadam kebakaran bersama aparat terkait, tahun 2022 ini penyebab ke­bakaran didominasi korsleting listrik, baik itu disebabkan oleh buruknya ins­talasi ataupun kelalaian warga. Ka­re­nanya, Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran kepada tim Damkar Kabupaten Lebak.

“Bila terjadi musibah kebakaran untuk segera melaporkan ke petugas damkar sehingga bisa cepat mendapat bantuan dan ditangani oleh petugas Damkar. Dengan demikian, kerugian lebih berat dapat ditekan,” tegasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Feby Rizky Pratama mengatakan, ke­bakaran yang terjadi di Lebak sebagian besar akibat korsleting listrik. Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat untuk melakukan pemeliharaan berkala ja­ringan listrik di rumahnya masing-ma­sing. “Hal itu sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah terjadi­nya kebakaran,” kata Feby.(nce/tur)