DECEMBER 9, 2022
Cover Story

lAKA LANTAS di Banten Masuk 8 Besar Nasional

post-img

Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Provinsi Banten tinggi. Secara nasional, masuk ke peringkat delapan. Ini menjadi perhatian Polda Banten. 

“Berdasarkan data terakhir, kita masuk delapan besar se-Indonesia untuk kasus kecelakaan,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Budi Mulyanto di Mapolda Banten, Selasa (27/9). 

Budi menjelaskan, penyebab kelakaan lalu lintas berdasarkan analisa pengelolaan data, 30 persen kasus disebabkan oleh perilaku pengemudi yang melakukan pelanggaran lalu lintas. “Tiga puluh persen itu disebabkan oleh perilaku pengemudi yang diawali dengan adanya pelanggaran (lalu lintas-red),” katanya. 

Penyebab kecelakaan lainnya juga disebabkan oleh kendaraan yang tidak laik jalan. Presentasenya 30 sampai 40 persen. 

“Tiga puluh sampai empat puluh persen karena kendaraan yang digunakan yang tidak laik jalan. Salah satu kendaraan yang tidak laik jalan itu kereta kelinci atau odong-odong,” ungkap perwira menengah Polri tersebut. 

Dikatakan Budi, penyebab kecelakaan juga ada yang karena faktor jalan dan lingkungan yang ha­rus dibenahi oleh instansi terkait. “Ada (penyebab kecelakaan karena kerusakan jalan-red), karena kita tahu di daerah kita kondisi tanahnya bisa bergerak (yang menyebabkan kerusakan jalan-red) juga karena adanya kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading-red),” jelas Budi.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, Ditlantas Polda Banten dan Satlantas Polres jajaran telah melakukan berbagai macam tindakan. Di antaranya, melakukan rekayasa lalu lintas dan pemasangan rambu lalu lintas. 

“Kita melakukan rekayasa lalu lintas, Polres juga membuat rekayasa terbatas seperti pemasangan tripleks yang berisi tulisan tertentu seperti dilarang melanggar marka, dilarang menaikkan dan menurunkan penumpang di daerah tertentu,” kata Budi. 

Budi mengungkapkan, untuk mewujudkan masyarakat yang disiplin dalam berlalu lintas, Polda Banten dan Polres jajaran akan melakukan Operasi Zebra Maung. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi dan tindakan petugas di lapangan membuat jumlah kasus kecelakaan mengalami penurunan. 

“Diharapkan melalui Operasi Zebra Maung bisa mereduksi korban dan jumlah kecelakaan lalu lintas,” tutur Budi. (fam/don)