BELAJAR DI LANTAI: Siswa-siswi MI Al-Fatwa harus belajar di lantai karena tidak adanya meubeler, kemarin.(Yusuf/Radar Banten)
LEBAK – Sebanyak 50 orang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Fatwa Gelebug di Parakan Beusi, Kecamatan Bojongmanik, belajar di lantai. Bahkan, MI swasta yang ada di pedalaman Lebak tersebut hanya memiliki dua ruang kelas untuk belajar bergantian siswa kelas I hingga kelas VI.
Kepala MI Al Fatwa Gelebug Nining Yuningsih mengakui kondisi madrasahnya jauh dari layak. Bangunan untuk kegiatan belajar mengajar cukup memprihatinkan, karena kondisinya kumuh dan sudah rusak.
“Sudah dua tahun para siswa ini belajar di lantai, tentunya itu membuat mereka tidak nyaman belajar. Kita tidak punya anggaran untuk renovasi atau beli meja kursi,” kata Nining kepada Radar Banten, Selasa (27/9).
Dijelaskan Nining, MI Al Fatwa berdiri sejak 2014. Lembaga pendidikan ini merupakan madrasah satu-satunya yang ada di Parakan Beusi. Karena itu, para siswa berasal dari kampung-kampung di desa tersebut.
“Dari awal berdiri hingga sekarang kita tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Tapi, saya bersama para pengajar lainnya terus memberikan motivasi kepada anak-anak agar tidak putus harapan untuk tetap mendapatkan hak pendidikan di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Hingga kini, perbaikan bangunan madrasah yang sudah berusia 8 tahun ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Adapun penghasilan dari madrasah, hanya digunakan untuk honor para tenaga pengajar yang jumlahnya sangat minim.
“Alhamdulillah masyarakat selalu bantu kami, karena memang di kampung ini tidak ada madrasah lain. Hanya ada di desa lain dan itu mengharuskan para siswa menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa bersekolah,” terangnya.
Nining berharap agar pemerintah bisa membantu memberikan meja dan kursi ke MI Al Fatwa. Sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan nyaman.
“Kami berharap kepada pemerintah, khususnya Kemenag Lebak agar bisa memberikan bantuan supaya madrasah ini layak untuk ditempati,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lebak Badrusalam mengaku prihatin dengan kondisi madrasah di Parakan Beusi yang belajar di lantai. Namun demikian, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, Kemenag tidak memiliki anggaran untuk membantu madrasah tersebut.
“Kita turut prihatin akan kondisi itu, tapi sekarang kita tidak miliki anggaran. Semuanya di pusat, kita selalu ikhtiar dengan membantu mengajukan bantuan kepada pusat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi belajar di lantai tidak hanya terjadi di MI Al Fatwa Gelebug saja, namun masih banyak madrasah dengan kondisi serupa di Kabupaten Lebak.
“Banyak, ada madrasah di kita yang kondisinya sama. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang kita miliki. Tapi Insyaalllah kita akan mendukung dan berupaya membantu madrasah dengan mengajukannya ke dalam berbagai program bantuan dari pusat,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
