DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Siswa Madrasah Al Fatwa Belajar di Lantai

post-img

BELAJAR DI LANTAI: Siswa-siswi MI Al-Fatwa harus belajar di lantai karena tidak adanya meubeler, kemarin.(Yusuf/Radar Banten)


LEBAK – Sebanyak 50 orang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Fatwa Gelebug di Parakan Beusi, Kecamatan Bojongmanik, belajar di lantai. Bahkan, MI swasta yang ada di pedalaman Lebak tersebut hanya memiliki dua ruang kelas untuk belajar bergantian siswa kelas I hingga kelas VI.

Kepala MI Al Fatwa Gelebug Nining Yuningsih mengakui kondisi madrasahnya jauh dari layak. Bangunan untuk kegiatan belajar mengajar cukup memprihatinkan, ka­rena kondisinya kumuh dan sudah rusak.

“Sudah dua tahun para siswa ini belajar di lantai, tentunya itu membuat mereka tidak nyaman belajar. Kita tidak punya anggaran untuk reno­vasi atau beli meja kursi,” kata Nining kepada Radar Banten, Selasa (27/9).

Dijelaskan Nining, MI Al Fatwa berdiri sejak 2014. Lem­baga pendidikan ini me­ru­pakan madrasah satu-satunya yang ada di Parakan Beusi. Karena itu, para siswa berasal dari kampung-kam­pung di desa tersebut. 

“Dari awal berdiri hingga sekarang kita tidak pernah da­pat bantuan dari pe­me­rin­tah. Tapi, saya bersama para pe­ngajar lainnya terus mem­be­rikan motivasi kepada anak-anak agar tidak putus ha­rapan untuk tetap mendapatkan hak pendidikan di tengah keter­batasan,” ujarnya.

Hingga kini, perbaikan ba­ngunan madrasah yang sudah berusia 8 tahun ini dilakukan secara swadaya oleh masya­rakat. Adapun penghasilan dari madrasah, hanya di­gu­nakan untuk honor para tenaga pengajar yang jumlahnya sangat minim. 

“Alhamdulillah masyarakat selalu bantu kami, karena me­mang di kampung ini tidak ada madrasah lain. Hanya ada di desa lain dan itu meng­ha­ruskan para siswa menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa bersekolah,” terangnya.

Nining berharap agar peme­rintah bisa membantu mem­be­rikan meja dan kursi ke MI Al Fatwa. Sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan de­ngan baik dan nyaman.

“Kami berharap kepada pe­merintah, khususnya Kemenag Lebak agar bisa memberikan bantuan supaya madrasah ini layak untuk ditempati,” ujar­nya.

Sementara itu, Kepala Kantor Ke­mentrian Agama (Kemenag) Lebak Badrusalam mengaku pri­hatin dengan kondisi ma­dra­sah di Parakan Beusi yang belajar di lantai. Namun de­mikian, pihaknya tidak bisa ber­buat apa-apa. Karena, Ke­menag tidak memiliki ang­garan untuk membantu mad­ra­sah tersebut.

“Kita turut prihatin akan kon­disi itu, tapi sekarang kita tidak miliki anggaran. Semua­nya di pusat, kita selalu ikhtiar dengan membantu menga­jukan bantuan kepada pusat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi belajar di lantai tidak hanya terjadi di MI Al Fatwa Gelebug saja, na­mun masih banyak madra­sah dengan kondisi serupa di Kabupaten Lebak.

“Banyak, ada madrasah di kita yang kondisinya sama. Hal ini disebabkan keter­ba­tasan anggaran yang kita miliki. Tapi Insyaalllah kita akan men­dukung dan berupaya mem­bantu madrasah dengan me­nga­jukannya ke dalam ber­bagai program bantuan dari pusat,” pungkasnya.(mg-02/tur)