DECEMBER 9, 2022
Utama

Dulu Hanya Mimpi, Kini Jadi Kenyataan

post-img

Abdul Muhyi


Pemuda Asal Kramatwatu Lolos Pertukaran Pemuda ke Turki

Abdul Muhyi, pemuda asal Desa

Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Ka­bupaten Serang, lolos seleksi Inter­national Youth Summit goes to turkey atau pertukaran pemuda Internasional. Dahulu ia hanya memimpikan ke Turki, kini dapat terwujud.


Daru Pamungkas - Serang


SENYUM semringah pemuda berparas tampan ini menggambarkan suasana hati bahagia ketika mengetahui dirinya lolos menjadi salah satu pemuda perwakilan Indonesia ke Turki. Muhyi akan terbang ke negeri impian awal Agustus 2022.

Sebelum jauh membahas tentang lolosnya Muhyi ke Turki, ternyata ada banyak prestasi yang pernah diraih pemuda ini. Ia merupakan TOP 5 Duta Inspirasi Indonesia 2021 dan Winner Mister Grand Tourism Banten 2021.

Abdul Muhyi merupakan sosok muda se­gudang prestasi. Mahasiswa Semester 1 Prodi Pubic Relaton Fakultas Ilmu Ko­munikasi di Universitas Esa Unggul, Kam­pus II Tangerang ini, menjalankan pen­didikannya melalui jalur beasiswa ung­gulan full 100% gratis hingga 8 semester. 

Lelaki berusia 18 tahun ini, sangat ma­hir dalam kemampuan public spea­king atau komunikasi yang baik. Hal ini terbentuk karena terlatih di ber­bagai macam ekstrakulikuler/or­ganisasi. Di organisasi tersebut ia banyak belajar bagaimana cara berbicara dan berko­munikasi yang baik. 

Sejak kecil ia sudah sangat senang mengikuti berbagai macam perlombaan dan mendapatkan penghargaan, di antaranya pernah mendapatkan juara 2 Lomba Pidato tingkat Kota Cilegon 2014, Juara 1 Lomba Film Pendek Bulan Bahasa 2019, 1 Delegasi Provinsi Banten dalam BIMTEK 2P oleh KPPPA RI di Bali 2019, Juara 3 Duta Anak Kota Serang 2019 dan Penerima Beasiswa LS In­donesia Batch 2 2019-2020.

“Saya tidak merasa puas tentang apa yang saya miliki, karena sesungguhnya manusia tidak akan merasa puas. Maka dari itu, saya akan tetap belajar untuk terus mengasah kemampuan yang lebih guna di masa depan kelak,” kata Muhyi saat berbincang dengan Radar Banten di kediamannya, Selasa (28/6). 

Muhyi bercerita, tidak mudah untuk bisa lolos pada seleksi ke Turki ini, ka­­rena tentunya panitia penyelenggara akan memilih peserta yang memang memiliki kualitas yang cukup baik dan unggul. 

 Ia mengaku, awalnya tidak pernah berekspetasi akan lolos dan berangkat ke Turki secata gratis. Terlebih banyaknya peserta yang mendaftar pada program ini ada sekitar kurang lebih 5.000 pen­daftar dari seluruh Indonesia. 

Tak hanya itu, banyak tahapan seleksi yang dilalui mulai dari seleksi Google form, penulisan Essay, dan wawancara full dengan bahasa Inggris. 

Muhyi mengaku bersyukur bisa lolos pada program ini, tentunya ini semua tidak terlepas dari doa orang tua yakni Emak yang selalu mendorongnya untuk terus maju dan jangan pernah takut akan kegagalan. Ia percaya kekuatan doa seorang ibu sangat nyata dan selalu diijabah oleh Allah SWT. 

Adapun kegiatan yang akan dilak­sanakan selama di Turki yaitu belajar tentang sejarah dan budaya Turki. Tak hanya itu, beberapa tempat bersejarah pun bakal kunjungi seperti Haghia Sophia, Blue Mosque, dan Topkapi Palace.

Destinasi lainnya ialah dua universitas di Turki yakni Istanbul University dan Ankara University. Tak hanya belajar sejarah dan budaya saja, tetapi juga akan mengeksplor wisata ternama di turki yakni Cappadocia dan Pamukkale.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar berdaya saing global. 

Muhyi berjanji, sepulangnya dari Turki akan berbagi pengalaman dengan para pemuda/i di Banten terkhususnya Kabupaten Serang. 

Melalui pengalaman yang ia bagikan nanti, ia berharap bisa menjadi salah satu jalan untuk terlahirnya generasi penerus yang memiliki kemampuan yang baik untuk dapat mengikuti pro­gram serupa. (*)