DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Pelajar Diajari Jurnalisme Kebencanaan

post-img

IKUTI PELATIHAN: Para pelajar di Bayah dan Panggarangan mengikuti pelatihan jurnalisme kebencanaan di Villa Hejo Kiarapayung, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, kemarin. (Dok Komunitas GMLS)


LEBAK - Puluhan pelajar di Kecamatan Bayah dan Panggarangan mengikuti work­shop Journalism Kebencana­an. Ke­giatan pelatihan mobile journalism di­gelar Komunitas Gugus Mitigasi Lebak Se­latan (GMLS) bersama Lembaga Pe­ne­litian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Villa Hejo Kiarapayung, Desa Pang­garangan, Kecamatan Panggarangan. 

Kegiatan yang bertajuk Berdaya, Waspada Ben­cana diikuti 28 orang peserta para pe­muda dan pemudi Bayah yang sebagian dian­taranya adalah pelajar SMA dan SMK.

“Workshop ini adalah wujud kolaborasi kam­pus UMN dengan GMLS yang sama-sama memiliki kepedulian bahwa penge­tahuan kesiapsiagaan bencana itu penting di­miliki oleh warga Lebak Selatan. Wilayah ter­sebut memiliki potensi terjadinya mega­thrust yang bisa menyebabkan tsu­nami,” kata Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Anis Faisal Reza, kepada Radar Banten, Selasa (28/6).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi komunitas yang di­pim­pinnya dengan universitas yang ada di Provinsi Banten. UMN dan GMLS sama-sama memiliki kepedulian dan ke­­sepahaman akan pentingnya pening­katan pengetahuan kesiapsiagaan meng­hadapi potensi bencana di Banten Selatan.

“Di era modern seperti saat ini siapapun dapat menjadi jurnalis termasuk dengan masyarakat Pemanfaatan teknologi mobile dalam jurnalistik kebencanaan dapat mem­bantu penangan kebencanaan ter­masuk informasi yang cepat dengan di­sajikan pemberitaan ataupun penulisan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Andy Firmansyah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masya­rakat (LPPM) UMN mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi kampus untuk bisa lebih pro aktif membantu dan saling menguatkan untuk segala inisiasi ko­munitas atau masyarakat yang dapat mem­berikan manfaat luas. Terlebih ten­tang kebencanaan dimana Indonesia adalah supermarket bencana.

“Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian program tahun kedua pe­ngabdian kepada masyarakat yang di­lakukan Fakuktas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Bisnis UMN berkolaborasi de­ngan GMLS. Rencananya program multi­years ini akan melibatkan fakultas lainnya di UMN untuk bisa terlibat secara aktif dan berkesinambungan mendukung upaya-upaya kesiapsiagaan, tanggap bencana, dan pemulihan pasca bencana,” ungkapnya.

Wildan salah seorang peserta workshop me­ngaku senang mengikuti kegiatan ter­­sebut, karena mendapatkan pengetahu­an teknik penulisan jurnalisme terutama soal penulisan kebencanaan.

“Ternyata ada trik penulisan agar enak di­baca dan pengabaran yang tepat. Saya ter­tarik karena memang selama ini konsen juga soal kebencanaan,” tukasnya.(nce/tur)