DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Posyantek Sepatan Timur Juara 1 Lomba TTG Tingkat Kabupaten Tangerang

post-img

JUARA: Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang Dadan Gandana (kiri) memberikan trofi juara 1 Lomba TTG kepada Posyantek Sepatan Timur, Senin malam (27/6). (RBNN)


TIGARAKSA - Pos pelayanan teknologi (Posyantek) Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, meraih juara per­tama dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Tahun 2022.

Penetapan juara tersebut melalui pro­ses penilaian yang cukup ketat. Hasil­nya diumumkan pada acara puncak lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) di Gedung Serba Guna (GSG), Puspem Kabupaten Tangerang, Senin malam (27/7).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masya­rakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang Dadan Gandana mengatakan, prestasi yang diraih Posyantek Sepatan Timur merupakan se­buah keberhasilan yang luar biasa. 

Berdasarkan penilaian dewan juri, Posyantek Sepatan Timur memiliki ke­unggulan dalam menghasilkan tek­nologi tepat guna yang berhasil di­man­faatkan oleh masyarakat.

“Kami berharap untuk Posyantek Se­patan Timur agar dapat terus di­ting­kat­kan, diperbaiki dan disempurnakan lagi alat-alat temuannya, sehingga alat tersebut bisa menjadi layak fungsi, layak produksi dan juga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungan masyarakat,” ujar Dadan.

Sementara, Inventor Posyantek Ke­camatan Sepatan Timur Rizky Ria Ku­maladewi menjelaskan, berkat alatnya tersebut dirinya berhasil meraih juara per­tama dan berhak mewakili Kabupaten Tangerang pada lomba TTG tingkat Provinsi Banten.

“Alat berupa box maggot ini sudah terintegrasi dengan perangkat digital, di­mana warga dapat membuang sampah organik rumah tangganya ke dalam box yang berisi anak maggot,” ujar Rizky.

Dia menjelaskan, anak maggot itu dapat dipanen sesudah 10 hari, dan pe­manenan tersebut nantinya warga dapat menukarkan 1kg maggot menjadi saldo senilai Rp 2.500 yang otomatis langsung masuk dalam aplikasi yang telah dibuat oleh pihaknya.

“Kami juga telah melakukan kemitraan oleh beberapa warung untuk bekerja­sama dalam membelanjakan saldo dari aplikasi itu, kemudian jika sudah be­lanja, tim akan merekapitulasi data, se­hingga saldonya akan berkurang. Saat ini kita sudah ada 30 box maggot ter­sebar di 30 rumah warga,” ucapnya. (Mul)