PANDEGLANG - Warga Pandeglang meraup jutaan rupiah dari berbisnis kelinci. Bisnis tersebut dijalankan saat Pandemi Covid-19 melanda.
Adalah Muhammad Subhan, warga Kampung Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari yang memulai bisnis dengan modal sepasang kelinci. Lebih dari dua tahun berjalan, kini bisnisnya berkembang besar dengan ratusan ekor kelinci
"Artinya jadi bisa menemukan jalan usaha. Diawali dari melihara dua ekor atau sepasang kelinci," katanya kepada Radar Banten di Peternakan Raja Kelinci Banten di Jalan AMD Timur, Pandeglang, Selasa (28/6).
Subhan menjelaskan, awal mula dirinya memelihara sepasang kelinci saat tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Bengkulu. Saat itu mau menghadiri acara pertunangan.
"Saat mau pulang ke Bengkulu, waktu itu ramai pemberitaan tentang Covid-19 di Wuhan, China. Terus saya gak bisa naik pesawat sehingga harus balik lagi ke Pandeglang," kata dia.
Di Pandeglang, dia kemudian melihat kelinci milik saudaranya dan berminat memelihara untuk kemudian dijual. Dia belajar dari internet bagaimana memelihara kelinci hingga bisa berkembang biak.
Peliharaannya tersebut ternyata berhasil dan terus berkembang biak hingga jumlah kelinci yang dimilikinya semakin banyak.
"Pertama kali berhasil dikembangbiakkan yang kelinci lokal. Terus setelah browsing-browsing ternyata kelinci ada banyak jenis," ungkapnya.
Dia sendiri kini punya 16 jenis kelinci yang merupakan jenis paling banyak di Pandeglang.
Subhan mengaku, saat ini jumlah kelinci yang dipelihara sudah mencapai ratusan ekor serta sudah diperjualbelikan.
"Untuk jenis kelinci lokal per ekor Rp50 ribu sedangkan untuk kelinci hias itu Rp200 ribu. Setiap bulan kita mengeluarkan kelinci kurang lebih 100 ekor atau 50 pasang," ujarnya.
Dari hasil penjualannya tersebut, dirinya bisa membayar gaji dua orang karyawan yang masing-masing Rp1,5 juta. Selain itu juga untuk belanja pakan kurang lebih Rp6 juta setiap bulan. "Ya, alhamdulilah ada untungnya jutaan rupiah. Sehingga tidak disangka dari pandemi Covid-19 bisa membawa berkah," katanya.
Saat ini, dia tengah mengembangkan usahanya tidak hanya menjual kelinci lokal dan kelinci hias tetapi juga menjual marmut dan perlengkapan kebutuhan kelinci seperti pakan.
Di tempatnya ini juga melayani grooming atau perawatan kelinci. Mulai dari kelinci yang sakit atau hanya menitipkan saja.
"Kalau kelinci ini kan rentan kena penyakit scebies (infeksi kulit) pada telinganya dan mencret. Untuk pemulihan maka di karantina di sini kalau parah bisa sampai satu bulan kalau ringan ya sepekan juga sembuh," katanya.(mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
