DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Waspada Bencana Industri

post-img

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mewaspadai potensi bencana industri yang mengancam Kota Cilegon.

Hal itu diungkapkan oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian saat menghadiri Latihan Posko dan Latihan Lapangan yang dilakukan Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 Cilegon, Jumat (28/6) di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak.

Agenda yang dipimpin langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 064 Maulana Yusuf, Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus itu juga diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon.

Helldy menilai kegiatan tersebut merupakan langkah kolaborasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemkot Cilegon terkait kesiapsiagaan bencana di wilayah Kota Cilegon. 

“Cilegon ini memiliki tiga kemungkinan bencana seperti bencana alam, bencana industri dan bencana alam yang menyebabkan bencana industri. Bencana terakhir inilah yang sangat kita waspadai,” kata Helldy.

Dalam hal ini, Helldy mengapresiasi terhadap Korem 064 Maulana Yusuf dan Kodim 0623 Cilegon yang telah menyelenggarakan Latihan Posko dan Latihan Lapangan tersebut. 

“Ini adalah bentuk sedia payung sebelum hujan yang juga melibatkan sektor pemerintahan Kota Cilegon,” ungkap Helldy. 

Meski semua langkah penanganan bencana sudah matang dilakukan, namun Helldy berharap, agar Kota Cilegon selalu berada pada suasana yang aman. 

Sementara itu, Danrem 064 Maulana Yusuf, Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama enam hari yang dimulai sejak Senin (24/6) hingga Sabtu (29/6).

“Pelatihan hari ini langsung dipimpin oleh Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf. Aryo Priyoutomo yang mensimulasikan bagaimana jika bencana itu terjadi dengan kolaborasi bersama Pemkot Cilegon,” ujarnya.

Fierman juga berharap agar masyarakat turut terlibat aktif dalam penanganan bencana. 

Karena itu, Fierman mengaku ingin menciptakan masyarakat mandiri ben­cana salah satunya dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam simulasi kebencanaan. (raj/bam)