DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Bank Banten Akselerasi Transformasi Digital

post-img

TANGERANG SELATAN - PT Bank Pembangunan Dae­rah Banten Tbk (Bank Banten) melaksanakan Business Review Performance (BPR) Quartal 2 (Q2) pada 28-29 Juli 2022.

Kegiatan itu untuk mema­parkan kinerja keuangan perseroan di Q2 dan meru­muskan produk yang ber­orientasi kepada kebu­tuhan nasabah sebagai target yang harus dikejar di Q3 dan Q4. 

Bertempat di Hotel Atria BSD, Tangerang Selatan, BPR Q2 dihadiri Komisaris Utama Independen Hasa­nuddin, Komisaris Inde­penden Media Warman, Direktur Utama Agus Sya­barrudin, Direktur Bisnis Cendria Tj. Tasdik, Direktur Operasional dan Transformasi Denny Sorimulia Karim, Direk­tur Kepatuhan Kemal Idris, beserta seluruh pejabat eksekutif dan kepala cabang Bank Banten seluruh In­donesia.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mema­parkan, kinerja keuangan Bank Banten Semester I 2022 yang menunjukan performa positif dan tumbuh signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (YoY). 

Pada Semester I 2022, Bank Banten dapat meningkatkan asetnya dengan mencatatkan aset sebesar Rp 8,27 triliun, tumbuh 20,96 persen. 

Pencapaian tersebut di­dukung oleh pertumbuhan beberapa variabel, antara lain dari sisi pembiayaan mencatatkan pertumbuhan 48,14 persen (yoy) yaitu sebesar Rp 3,66 triliun. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) Bank Banten mencatatkan pertumbuhan yang positif yaitu tumbuh 52,22 persen (yoy) yaitu sebesar Rp 5,05 triliun. 

“Pertumbuhan kredit dan DPK yang signifikan ini me­nunjukan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Banten terus meningkat, ke depan arah bisnis Bank Ban­ten akan terus berdampingan dengan program pemba­ngunan Pemerintah Provinsi Banten sebagaimana arahan Pj Gubernur Banten, bahwa ada sekitar 4.600 perusahaan menengah besar yang harus ber­sinergi dengan Bank Banten,” ungkap Agus dalam keterangan resminya, ke­marin.

Kata Agus, dalam kegiatan BPR Q2 ini diharapkan dapat dirumuskan produk-produk pembiayaan maupun DPK yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga akse­lerasi pertumbuhan bisnis selaras dengan potensi market dan target laba perseroan dapat tercapai. 

Agus juga menekankan per­lunya komitmen manajemen dan seluruh karyawan Bank Banten dalam hal pengem­bangan Teknologi Informasi (IT) untuk meningkatkan layanan kepada nasabah dan memberikan kemudahan pem­bayaran iuran ma­syarakat.

Komisaris Utama Inde­pen­den Bank Banten Hasa­nuddin dalam sambutannya me­ngatakan, saat ini krisis yang terjadi di berbagai bela­han dunia menyebabkan kenaikan inflasi yang cukup parah di berbagai negara. Zimbabwe mengalami kenaikan sampai 192,00 persen, Turki 78,82 persen, Argentina 64,00 persen, dan Sri Langka 54,60 persen.

“Walaupun angka inflasi di Indonesia cenderung rendah, yaitu di angka 4,35 persen, namun kita harus tetap berjaga-jaga karena krisis yang terjadi akan menghambat pendistribusian barang,” kata Hasan.

Komposisi rasio keuangan Bank Banten periode Juni 2022 mengalami perbaikan, dari sisi Net Interest Margin (NIM) naik sebesar 0,95 persen. Adapun Non Perfor­ming Loan (NPL) menurun 1,15% dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) mengalami perbaikan menjadi lebih efisien menurun 61,78 persen. (bie)