DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Pabrik 156 Juta Dolar AS Diresmikan

post-img

CILEGON - PT MC PET FILM INDO­NESIA (MFI) meresmikan pabrik baru Polyester Film mutakhir untuk teknologi telekomunikasi yang canggih, Kamis (28/7).

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 25 ribu ton pertahun.

Peresmian pabrik itu dihadiri oleh Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito, Direktur Industri Kimia Hilir Saiful Bahri, Kasubdit Pelayanan Usaha Irawan Budi Satrio, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, Direktur Pamobvit Polda Banten Edy Sumardi.

Lalu, Danrem Maulana Yusuf Brigjen TNI Yunianto, Wadanlanal Nico Adhi Wadan, Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj, Sekda Cilegon Maman Mauludin, Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro, serta Dandim Cilegon Letkol Inf Ari Widyo Prasetyo.

Agenda itu juga dihadiri perwakilan dari Keutaan Besar (Kedubes) Jepang.

Presiden Direktur MFI Bambang H Sastrosatomo menjelaskan, MFI yang telah beroperasi sejak tahun 1995 merupakan bagian dari Mitsubishi Chemical Group, Jepang. 

Jumlah tenaga kerja MFI saat ini adalah 440 orang dengan hampir seluruhnya adalah tenaga kerja Indonesia.

Pada bulan September 2019, Presiden Mitsubishi Chemical Corporation (MCC), Masayuki Waga, mengumumkan bahwa anak perusahaannya yaitu MFI, beren­cana membangun fasilitas baru untuk meningkatkan kapasitas produksi polyester film dengan nilai investasi se­be­sar 156 juta dolar AS dengan kapa­sitas produksi 25.000 ton/tahun yang dijadwalkan selesai pada akhir 2021.

“Pabrik baru ini kapasitasnya 25 ribu ton per tahun, jadi lebih dari yang sebe­lum­nya, sebelumnya itu 20 ribu ton. Jadi total sekarang ini jadi 45 ribu ton,” ujar Bambang usai peresmian, Kamis (28/7).

Produk pabrik ini akan digunakan untuk aplikasi komponen elektronik da­lam teknologi komunikasi 5G dan 6G. Pabrik ini akan segera berproduksi secara komersial dengan hampir semua produk akan diekspor yang dapat menghasilkan devisa senilai 85 juta dollar AS pertahun.

Dijelaskan Bambang, dalam proses pembangunannya, perusahaan melibat­kan pengusaha lokal. Hal itu sebagai bentuk komitmen MFI terhadap keberlangsungan ekonomi di daerah.

“Tadi bicara keterlibatan lokal dari awal kita berdiri, kita menomor satukan lokal,” ujarnya.

Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito menjelas­kan, Indonesia patut bangga dalamasa Covid-19 investasi tetap berlanjut. “Saya yakin momentum ini bisa menjadi mo­mentum kemandirian industri,” ujarnya.

Pemerintah ingin kemandirian industri pelastik terjadi di Indonesia dari hulu hingga hilir industri. 

Salah satu pengusaha lokal yang terlibat, Marketing Manager PT. Cilegon Karya Nusa Dedy Yumanta menjelaskan, PT. Cilegon Karya Nusa mendapat dua kontrak pekerjaan di proyek pembuatan pabrik baru MFI.

PT Cilegon Karya Nusa dalam proyek tersebut melakukan pekerjaan piping works yang mempekerjakan hingga 350 orang yang mayoritas adalah masyarakat Kota Cilegon.

“Kami, sebagai perusahaan Indonesia yang berada di sekitar area bisnis Perusahaan MFI, sangat bersyukur telah menerima tantangan besar yang dihadirkan dalam proyek ini. Sebagai informasi, PT. Cilegon Karya Nusa merupakan perusahaan lokal di Kota Cilegon yang mewakili maksud dan tujuan Pemerintah Kota Cilegon untuk memberdayakan perusa­haan lokal agar mampu bersaing dengan perusahaan asing yang ada,” papar Dedy.

Kabar adanya pengusaha lokal yang terlibat dalam project itu pun diapresiasi oleh Ketua DPRD Cilegon Isro Mi’raj. 

Ia memandang hal itu sebagai bukti bahwa pengusaha Kota Cilegon saat ini sudah berkualifikasi untuk menggarap sebuah pekerjaan industri konstruksi yang besar. 

“Terlepas sebagai Ketua DPRD, saya sebagai bagian masyarakat lokal tentunya turut banggalah, apalagi pengusaha lokal ini sudah menunjukkan kalau dia mampu bersaing dengan perusahaan luar daerah. Berarti kan keahlian yang dimiliki pengusaha lokal tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya. 

Secara umum, lanjut Isro, sudah cukup banyak kualifikasi pengusaha lokal yang sudah cukup membanggakan, termasuk dalam hal pekerjaan konstruksi. 

“Ini harus menjadi perhatian, bahwa tidak semua pengusaha lokal itu tidak mampu. Hanya saja kesempatan yang belum diberikan. Buktinya kan ini mampu, saya ikut bangga,” katanya. (bam/alt)