DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Puskesmas Cikande Jadi Rujukan Pencegahan Stunting

post-img

CIKANDE - Puskesmas Cikande menjadi rujukan Puskesmas Ciruas dalam pencegahan stunting dan pela­yanan rawat inap pada kasus buruk.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Puskesmas Cikande, Kamis (28/7), dihadiri Kepala Puskesmas Cikande Iis Isnawati, Kepala Puskesmas Ciruas Ari Widodo, dan tenaga kesehatan masing-masing puskesmas.

Kapus Cikande Hj Iis Isnawati menga­takan, pihaknya merupakan satu-satunya puskesmas yang menyediakan layanan rawat inap pada bagi pasien gizi buruk sebagai upaya pencegahan stunting.

“Kami sangat menyambut baik pus­kes­mas Ciruas yang ingin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khusus­nya pencegahan stunting dengan sharing dan belajar pada kami,” kata Iis kepada Radar Banten.

Iis menjelaskan, Terafetic Feeding Center (TFC) atau balita gizi buruk disebabkan oleh kurangnya asupan makanan untuk mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi baik dalam kualitas maupun kuantitas. “Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tahun 2002 menyatakan bahwa penyebab kematian bayi 54 persen karena gizi buruk,” jelasnya.

Sehingga, pelayanan dengan standar TFC yang baik dan maksimal sangatlah penting bagi setiap puskesmas dalam upaya pencegahan stunting dan gizi buruk.

“Kami harap tidak ada lagi gizi buruk yang tentunya sangat berhubungan dengan stunting, tentu semoga angka stunting menurun dan tidak ada anak-anak yang stunting di Cikande dan wilayah lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kapus Ciruas Ari Widodo menambahkan, kegiatan ini hanya berlangsung satu hari sebagai upaya spesifik dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan pela­yanan puskesmas ciruas sebagai puskesmas rawat inap dalam menangani dan merawat kasus gizi buruk. (drp/bie)