PERLINTASAN KERETA: Perlintasan kereta api di Kampung Telaga Biru, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, kemarin. (Yusuf Permana/Radar Banten)
LEBAK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak mencatat ada tiga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Lebak. Penutupan tiga perlintasan kereta dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, perlintasan kereta api tanpa palang pintu terletak di Kampung Kadu Ngampar, Desa Mekarsari, Kampung Telaga Biru, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, dan Kampung Galih Nangtung, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak.
Kepala Dishub Lebak Rully Edward mengatakan, ketiga perlintasan kereta api itu nantinya akan ditutup langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sehingga, tidak ada kendaraan yang bisa melintasi perlintasan kereta api tersebut.
“Betul, begitu arahan dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub pada saat zoom meeting beberapa waktu yang lalu. Bahkan akan dilaksanakan penutupan secara serentak,” kata Rully kepada Radar Banten, Kamis (28/7).
Mantan Camat Cibadak ini menjelaskan, penutupan perlintasan kereta api akan dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
“Penutupan perlintasan sebidang itu bukan bagian dari rencana reaktivasi rel kereta Rangkasbitung-Labuan. Tapi karena banyaknya kecelakan lalu lintas yang terjadi di pelintasan kereta tanpa palang pintu di Indonesia,” jelasnya.
Namun, Rully mengaku belum mengetahui kapan perlintasan kereta api itu akan ditutup Kemenhub. Untuk saat ini, dirinya mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati saat melewati perlintasan rel kereta. Apalagi beberapa hari lalu terjadi kecelakaan odong-odong tertabrak kereta api di Serang yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia.
“Imbauan kami kepada masyarakat agar pada saat melintas di perlintasan yang sebidang dengan lintasan kereta untuk lebih hati-hati dan pastikan tidak ada kereta yang akan melintas demi keselamatan masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Dian Wahyudi, anggota Komisi IV DPRD Lebak meminta kepada Kemenhub untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat. Jangan mengeluarkan kebijakan yang dapat menyulitkan masyarakat. Jika keputusan menutup perlintasan kereta api dianggap paling tepat, maka dirinya setuju. Tapi, harus dipikirkan juga bagaimana jalur alternatif masyarakat jika perlintasan kereta api tersebut ditutup.
“Kita minta kepada PT KAI agar dapat menjamin keselamatan masyarakat di perlintasan dengan memasang palang pintu. Harapannya kecelakaan seperti di Serang tidak terjadi lagi di daerah lain,”,” harapnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
