DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Waspadai Penyebaran Paham Radikalisme

post-img

LEBAK - Satuan Tugas (Sat­g­as) TNI Manunggal Mem­ba­ngun Desa (TMMD) 144 meng­­gelar so­sialisasi wawasan ke­­bang­­saan dan bela negara di kantor Desa Cileles, Keca­ma­tan Cileles, Kamis (28/7). So­silasasi tersebut untuk me­nanamkan rasa cinta tanah air dan mencegah penyebaran paham radikalisme di ma­syarakat.

“Kita ingin kegiatan non fisik dari TMMD ini dapat mem­perkuat rasa cinta tanah air dan bela negara kepada war­ga di Cileles,” kata Ko­mandan Satgas TMMD Letkol Arh Erik Novianto kepada Radar Banten di kantornya, kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, materi bela negara disam­paikan langsung oleh Perwira Sek­si Teritorial (Pasiter) Ko­dim 0603 Lebak Kapten Inf Subagyo dan materi wawasan ke­bangsaan oleh Kapten Czi Wisnu Sanjaya.

Kedua materi tersebut dini­lai cukup penting bagi generasi mu­da untuk menghadapi dunia global.

Dalam kehidupan bermasya­rakat, hendaknya menjunjung tinggi sikap saling meng­hor­mati dan menghargai, tertib di lingkungan serta meng­ha­yati ajaran agama dan kasih sayang antarsesama dalam upaya mengisi kemerdekaan.

“Mengisi kemerdekaan bukan berarti kita harus men­jadi tentara. Sebagai warga ne­gara kita berkewajiban men­jaga NKRI agar tetap utuh. Ka­rena kemajuan ilmu penge­tahuan dan teknologi diakui atau tidak telah membuat nasionalisme di kalangan generasi muda mulai luntur,” ujarnya.

Dengan diberikannya materi ter­sebut, masyarakat diha­rapkan mampu mengambil nilai-nilai, tujuan, dan pema­haman tentang wawasan ke­bangsaan dan bela negara. 

“Kita juga berharap masya­rakat mampu melestarikan budaya, menjalankan nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945 serta mampu menjaga iden­titas dan integritas bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, saat mem­be­rikan materi Kapten Inf Subagyo mengatakan, saat ini generasi muda tengah meng­hadapi tantangan besar, yakni era globalisasi. Me­nurutnya, era ini yang rawan. Pembinaan dan pem­­­bekalan wawasan ke­bangsaan sangat penting guna menang­kal paham radika­lisme, te­rorisme, dan komunisme.

“Sebagai anak bangsa kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Melalui materi ini diharapkan kita tergugah untuk terus mengisi kemer­dekaan dengan kegiatan positif,” tukas­nya.(mg-02/tur)