DECEMBER 9, 2022
Utama

Jalan Rusak, Ngotot Beli Sepeda Listrik

post-img

RUSAK BERAT: Ruas Jalan Nanggor-Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung rusak dan belum dilakukan perbaikan, Jumat (26/8). (Adib/RADAR BANTEN)

Dianggarkan Rp38 Miliar

PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pandeglang mengalokasikan anggaran Rp38 miliar untuk pengadaan sepeda listrik untuk RT/RW pada 2023. Pengadaan sepeda listrik dinilai sebagai kebijakan populis untuk kepentingan politik 2024.

Apalagi, saat ini masih ada 200 kilo­meter jalan yang menjadi kewenangan Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dalam kondisi rusak berat. Jika anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan, maka dapat mem­bangun jalan beton sepanjang 10,8 kilometer dengan asumsi Rp3,5 miliar untuk pembangunan 1 kilometer jalan beton. 

Sementara itu, jika dibangunkan jalan dengan konstruksi hotmix maka panjang jalan yang akan dibangun kurang lebih 25 kilometer. Karena anggaran untuk pembangunan satu kilometer jalan hotmix kurang lebih Rp1,5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan, secara keseluruhan panjang jalan yang men­jadi kewenangan kabupaten se­panjang 723 kilometer. Dari data tersebut, masih ada sekitar 200 kilometer jalan kabupaten yang kondisinya masih rusak berat.

Untuk itu, Pandeglang hingga saat ini masih kesulitan mengatasi persoalan buruknya sarana dan prasarana in­fra­struktur. Hal itu terjadi karena be­lum fokusnya program kerja yang di­buat sehingga pemerataan pemba­ngunan belum terlaksana.

Jika mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), target penyelesaian pemba­ngunan jalan sampai 2026. Walaupun dalam dokumen RPJMD hanya ditar­getkan selesai 80 persen.

Asep menerangkan, jalan kabu­paten yang dibangun pada 2022 49,72 kilome­ter. Dengan alokasi anggaran yang digunakan Rp128,91 miliar. Rinciannya yang dilakukan tender dini sebanyak 72 paket atau 41,48 kilometer dan ang­garan Rp110,27 miliar dan tender di tahun berjalan sebanyak 22 paket atau sepanjang 7,79 kilometer dengan alokasi anggaran Rp18,64 miliar. 

“Jika dihitung kebutuhan perbaikan jalan untuk satu kilometer Rp3,5 miliar dengan konstruksi jalan beton, sedang­kan dengan konstruksi jalan hot­mix Rp1,5 miliar untuk satu kilo­meternya,” kata Asep Rahmat kepada Radar Banten, Jumat (26/8) lalu.

Dijelaskan Asep, Pemkab telah mem­buat program kerja yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2021-2026. Semua ruas jalan milik Pemkab akan selesai dibangun dan dalam kondisi mantap.

“Kita targetkan 2026 sudah selesai dibangun. Minimal, dalam satu tahun itu 40 kilometer jalan selesai dibangun,” ungkapnya.

Dia mengaku, ada beberapa hal yang menyebabkan masih banyaknya ruas jalan di Pandeglang yang kondisinya ru­sak berat, di antaranya karena keter­batasan anggaran. “Keuangan kita enggak cukup, kalau mau diselesaikan dalam satu tahun. Jika kita ingin tuntas dalam satu tahun, minimal kita punya anggaran Rp1 triliun khusus untuk ja­lan,” terangnya. (dib-mg-01/tur)