DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Karnaval Gelegar Kebhinekaan di Binong Sekda Maesyal Minta Warga Jaga Persatuan

post-img

BARONGSAI: Sekda Maesyal Rasyid (kanan) saat melepas kegiatan Karnaval Gelegar Kebhinekaan di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Sabtu (27/8).(stimewa)


CURUG--Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid melepas Karnaval Gelegar Kebhi­neka­an yang digelar di Kelurahan Binong, Ke­camatan Curug, Sabtu (27/8).

Pada kegiatan tersebut, Sekda Maesyal Rasyid mengatakan, karnaval Gelegar Kebhi­nekaan yang diikuti oleh ribuan masyarakat Kelurahan Binong merupakan parade budaya multi etnis dan kreatifitas yang melambangkan persatuan dan ke­satuan.

“Hari ini masyarakat Binong, Kecamatan Curug, tumpah ruah merayakan HUT RI ke-77. Nah dengan keberagaman ini, mari kita jalin persatuan dan kesatuan di Kabupa­ten Tangerang,” kata Sekda di lokasi. 

Sekda menambahkan, sesuai dengan tema HUT RI ke-77 yaitu “Pulih Lebih Ce­pat, Bangkit Lebih Kuat”, melalui ke­giatan tersebut mudah-mudahan bisa me­m­buka kembali pintu gerbang ekonomi kerakyatan yang lebih maju dan geliat kreatifitas masyarakat terus bangkit.

“Gelegar Kebhinekaan ini salah satu peng­gerak UMKM, sehingga masyarakat dapat berinteraksi dan menjalankan roda eko­nomi di Kelurahan Binong,” ujar Sekda.

Sementara, Lurah Binong, Kecamatan Curug Juhri menambahkan, kegiatan kar­naval gelegar kebangsaan tersebut di­ikuti sebanyak 24 RW di Kelurahan Bi­nong dengan mengambil rute Jalan Raya Binong-Karawaci. 

Karnaval tersebut menampilkan berbagai seni dan budaya diantaranya, kesenian reog, arak-arakan mobil hias, fashion show baju adat, hingga penampilan ciri khas Banten berupa miniatur golok.

Adat Betawi pun ditampilkan, seperti ondel-ondel, pencak silat, palang pintu, dan yang unik lagi masyarakat menampil­kan none Belanda, dengan teatrikal pekerja rodi saat zaman penjajahan dahulu.

“Kurang lebih lima ribu warga kelurahan Binong tumpah ruah mengekpresikan dalam karnaval kebhinekaan. Ini karakter di Binong walaupun berbeda suku, budaya tetapi tetap satu NKRI,” ucap Juhri.

Menurutnya, kemerdekaan Ke-77 RI pada masyarakat Binong tergambar jelas melalui kegiatan karnaval tersebut. Karena kegiatan tersebut dapat terselenggara dan berjalan sukses karena adanya du­kungan inisiatif, dan dorongan serta par­tisipasi masyarakat Binong. Mereka semua saling membantu, gotong royong sehingga memberikan kontribusi yang positif.

“Semua ini keinginan masyarakat Binong, setelah dua tahun pandemi mereka berada di rumah. Ini adalah ekspresi kemerdekaan dan saling menguatkan satu sama lain,” pung­kasnya. (mul/asp)